Rumah Sakit Tipe D untuk Tampung Pasien BPJS

SEMARANG (Asatu.id) – Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pembangunan rumah sakit tipe D di Kecamatan Mijen bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan dalam hal kesehatan kepada masyarakat.

“Untuk memudahkan masyarakat dalam hal pelayanan Kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang berdomisili di Semarang bagian barat dan sekitarnya,” katanya, kemarin.

Lebih lanjut, Hendi sapaan akrab Walikota itu mengungkapkan, pembangunan rumah sakit tersebut sejalan dengan kebijakan pembatasan penggunaan BPJS Kesehatan yang hanya untuk rumah sakit tipe C dan D.

Menurutnya, kebijakan tersebut dirasa memberatkan rumah sakit tipe A dan B. Sebab, beberapa rumah sakit tipe A dan B banyak yang kehilangan pasien akibat aturan yang sudah ditetapkan.

“Langkah pembangunan rumah sakit tipe D kali ini adalah untuk menampung pasien BPJS. Karena sebagian besar masyarakat di Semarang sudah menggunakan BPJS sebagai layanan kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Mijen, Siti Masfufah mengatakan, setiap hari memberikan pelayan bagi pasien hampir 200 orang lebih. Namun pada hari-hari libur, jumlah pasien mencapai 360 orang. Mereka semua, sebagian untuk periksa dan sebagian lagi untuk mengurus surat.

“Alhamdulillah di wilayah Mijen, sejauh ini tidak ada pasien yang terkena Demam Berdarah, rata-rata hanya penyakit tidak menular,” ujarnya.

Selain itu, terkait dengan Pemkot Semarang akan membuat rumah sakit tipe D di Puskesmas Mijen, maka pada pada 28 Februari 2019 Puskesmas Mijen akan ditutup. Sebagai informasi bagi masyarakat Mijen, informasi tersebut disebar melalui poster yang di tempel di papan informasi, serta group Whatshapp Kecamatan Mijen, agar menginformasikan kepada warga.

Dia mengimbau masyarakat agar tidak resah jika Puskesmas akan dipindah, Puskesmas Mijen akan tetap berjalan memberikan pelayanan, namun untuk pelayanan rawat inap sudah tidak ada.

“Jadi nanti setelah di pindah semua fasilitas Peskesmas akan dibawa. Semua pelayanan tetap berjalan, tapi untuk rawat inap sudah tidak. Kami hanya memberi pelayanan bagi masyarakat, karena untuk rawat inap sudah ada penggantinya di rumah sakit baru,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *