Penghasut Golput Bisa Dijerat Hukum

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Cassandra Goeltom mengatakan pihaknya terus memantau masyarakat dalam Pemilu 2019.

Hal tersebut dilakukan lantaran fenomena banyaknya upaya tidak mencoblos saat pemilu (Golput). Untuk itu pihaknya berupaya agar partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi tahun ini dapat bertambah.

Ia menegaskan pemantauan itu dilakukan agar tidak ada hasutan dari pihak tertentu kepada masyarakat agar golput di pemilu. Menurutnya, penghasut golput dapat dijerat hukum.

“Kalau mengajak masif ya itu melanggar. Akan kita pantau apakah ada gerakan golput saat Pilpres nanti,”katanya.

Menurut Goeltom, KPU Kota Semarang akan berusaha maksimal meningkatkan partisipasi masyarakat hingga mencapai 77,5 persen.

Langkah yang diambil adalah memaksimalkan kinerja para PPK dan PPS serta para relawan demokrasi dalam menyosialisasikan hak pilih warga saat 17 April nanti.

“Kita maksimal 77 hari untuk mensosialisasikan menyeluruh kepada lapisan masyarakat. Karena surat suara sendiri sudah ready tinggal didistribusikan,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *