Soal Narkoba, Rukma: Pencegahan Jauh Lebih Penting

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi menandaskan, pencegahan jauh lebih penting dari pada yang lain, termasuk soal narkotika. Di sisi lain, sadar berolahraga memicu pemikiran berbuat hal positif, sehingga akan menjauhi narkoba.

Hal itu diungkapkan Rukma saat menjadi pembicara dalam acara Wedangan di Stasiun TVRI Jateng, Rabu (30/1) petang.

Hadir pula nara sumber lain, yakni Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes Semarang Prof. Tandyo Rahayu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Susanto dan Kajur Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Soedjatmiko.

“Kami ingin narkoba kosong dalam kehidupan ini. Cara jitu adalah penaggulangan, dan olahraga adalah pilihan yang tepat bagi generasi muda untuk menjauhkan dari narkoba,” tandas Rukma.

Selain itu juga, menurutnya, keluarga juga menjadi kunci utama untuk menghindari narkoba. Karena itulah, masyarakat juga wajib ikut serta dalam pemberantasan peredaran tidak hanya dari pihak-pihak terkait saja.

Tentunya, tambah Rukma, raperda inisiatif DPRD akan dibuat guna mencegah dan pemberantasan narkoba supaya ada payung hukumnya agar lebih kuat. “Para pengedar harus ditindas,” tambah Rukma.

Senada dengan Rukma, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes Semarang Prof Tandyo Rahayu mengatakan, kaitan olahraga dengan narkoba adalah yang sehat tidak hanya jiwa, namun raga juga diharuskan sehat.

Olahraga merupakan media paling strategis untuk menghambat penggunaan narkoba, aktivitas fisik yang terukur akan menghasilkan endorfin yang maksimal. Karena dengan beraktivitas, otak menjadi sehat dan segar.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Susanto, menjelaskan BNNP telah mengadakan pencegahan dan rehabilitasi. Karena dengan berolahraga membuat para pengguna narkoba akan nyaman.

“Rehab di BNN juga mengadakan kegiatan olahraga supaya mengurangi zat-zat narkotika. Namun lebih utama adalah tindakan pencegahan,” kata Susanto.

Sementara Kajur Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Soedjatmiko menilai, salah satu faktor penyebab penggunaan narkoba yaitu karena pemanfaatan waktu luang yang tidak signifikan. Perlu adanya pemanfaatan waktu luang itu dimanfaatkan untuk olahraga atau yang mengarah ke prestasi.

“Dengan memanfaatkan waktu seefektif mungkin, maka kaitannya sangat positif sekali antara olahraga dengan pencegahan termasuk rehabilitasi,” ucapnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *