DPRD Jateng Apresiasi Kenaikan Omzet Batik Setono Pekalongan

SEMARANG (Asatu.id) – Omzet di Pasar Grosir Batik Setono, Kota Pekalongan, terdongkrak secara signifikan sejak beroperasinya Tol Transjawa ruas Batang – Pekalongan.

Menurut Kepala Bappeda Kota Pekalongan, Anita Heru, omzet para pedagang batik menjadi naik tiga lipat dibanding pada tahun-tahun sebelum jalan tol dibangun.

“Sebelumnya kondisi transaksi di Pasar Setono itu sepi pengunjung. Namun, setelah tol resmi dan beroperasi pada Desember 2018, omzetnya naik drastis,” katanya bangga, saat berdialog dengan Komisi B DPRD Jateng yang berkunjung ke Pasar Grosir Batik Setono Kota Pekalongan, Rabu (30/1).

Menurut Anita Heru, sebenarnya proyek tol tersebut tidak melewati Kota Pekalongan tapi pemkot terus berupaya agar pintu keluar (exit) tol bisa melalui kota, terutama Pasar Grosir Batik Setono. Upaya itu dilaksanakan dengan melakukan pembebasan lahan untuk membangun jalan yang mengarahkan ke pasar tersebut sepanjang 3,3 km.

“Hasilnya bisa dilihat sekarang, mobil-mobil yang keluar dari tol langsung menuju ke Pasar setono untuk membeli suvenir atau batik. Kondisi itu yang membuat omzet para pedagang menjadi naik,” ucapnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM (Didagkop UKM) Kota Pekalongan, Zainul Hakim, juga menyebutkan omzet penjualan pedagang batik dalam sehari bisa mencapai Rp 70 juta.

“Upaya dibuatnya jalan yang mengarahkan ke pasar telah berdampak positif pada transaksi penjualan. Hal itu juga semata-mata agar orang terus berkunjung ke Kota Pekalongan, yang didukung dengan telah beroperasinya jalan tol,” kata Zainul didampingi Ketua Koperasi Pengusaha Batik Grosir Setono, Dzul Ilmi.

Menanggapi kondisi yang terjadi sekarang, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng Yudhi Sancoyo mengaku sangat apresiatif dengan upaya yang dilakukan Pemkot Pekalongan itu. Ia juga mengakui batik sudah menjadi kekhasan Kota Pekalongan sehingga hal itu harus terus dipelihara.

“Trademark batik itu ada di Pekalongan. Untuk itu, kami berharap penataan kota juga tetap diperhatikan agar UMKM Batik tetap maju,” saran Yudhi. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *