Dana Dijamin Aman, Nasabah BPR Pringsurat Merasa Lega

TEMANGGUNG (Asatu.id) – Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, meminta waktu sekitar setahun untuk menyelesaikan dan mengembalikan uang nasabah Bank Pekreditan Rakyat (BPR) Badan Kredit Kecamatan (BKK) Pringsurat Temanggung.

Menurut Ganjar, pengembalian akan dijadwalkan dengan skala prioritas, mana-mana yang mendesak dikembalikan akan dipercepat dan mana yang bisa diselesaikan dengan mekanisme lain.

“Ada skema yang sudah disiapkan, kami sudah meminta bantuan Bank Jateng untuk membantu pengembalian dana nasabah ini, sekitar Rp 113 miliar. Insya Allah semuanya selesai tahun ini. Namun ada beberapa nasabah yang spesifik yang harus diselesaikan dengan mekanisme lain,” ucapnya.

Selain menyelesaikan persoalan BPR BKK Pringsurat, Ganjar juga mengatakan kasus tersebut menjadi pembelajaran untuk menata BPR BKK di seluruh Jawa Tengah. Nantinya, Ganjar akan melakukan evaluasi dan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan penataan.

“Kejadian ini juga harus menjadi pembelajaran kita semua. Kalau ada pihak-pihak yang menawari tabungan, deposito, investasi dengan bunga menggiurkan, jangan mudah percaya. Jangan-jangan ini penipuan. Ayo mulai sekarang kita semua hati-hati,” pungkasnya.

Salah satu nasabah BPR BKK Pringsurat, Sri Hartatik (37), mengaku senang dengan kepastian dari Gubernur Jawa Tengah itu. Sebab selama dua tahun terakhir, ia bersama nasabah lain selalu resah dan khawatir uang yang disimpan di BPR BKK Pringsurat tidak akan kembali.

“Alhamdulillah, sudah tenang rasanya sekarang. Sudah lama sekali menanti kepastian ini, selama ini hanya resah dan takut uangnya hilang. Sekarang sudah ada jaminan dari pak Gubernur, kami nasabah sudah tenang dan tidak was-was lagi,” kata dia.

Hartatik mengatakan ,sudah menabung di bank tersebut sejak 2001 silam. Awalnya berupa tabungan biasa, namun lama-lama diminta untuk dijadikan deposito.

“Saya tertarik karena bunganya lumayan, 12 persen setahun. Namun pada April 2017 saya mau mencairkan katanya tidak bisa karena tidak ada uang. Sampai sekarang uang saya tidak bisa dicairkan,” imbuhnya yang mengaku memiliki tabungan dan deposito ratusan juta itu.

Usai memberikan keterangan kepada para nasabah, Ganjar langsung menuju ke kantor BPR BKK Pringsurat. Di tempat itu, Ganjar melakukan rapat tertutup dengan jajaran direktur dan karyawan.

Usai rapat, Ganjar sudah ditunggu puluhan nasabah di depan kantor. Ganjar kemudian melihat banyak poster berisi cacian dan makian dari para nasabah tertempel di kantor BPR BKK Pringsurat.

Atas persetujuan nasabah, Ganjar memerintahkan spanduk-spanduk itu dicopoti dan dibersihkan. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *