Muskerwil Bahas Organisasi Sambut Peringatan Seabad NU

Muskerwil Bahas Organisasi Sambut Peringatan Seabad NUTEMANGGUNG (Asatu.id) – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah (Jateng) menyelenggarakan Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kabupaten Temanggung, selama dua hari, Sabtu-Minggu (26-27/1).

Menurut Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh, Muskerwil tidak mengagendakan pembahasan politik praktis, karena politik NU sudah jelas, yaitu politik kebangsaan.

Mengambil tema ‘Meneguhkan Kemandirian Jam’iyyah dan Jama’ah Menuju Se-Abad NU’, Muskerwil hanya membahas persoalan-persoalan organisasi untuk menyambut satu abad berdirinya NU.

Dalam menyongsong satu abad NU, tambah KH Ubaidillah Shodaqoh, organisasi dan warga NU di Jawa Tengah harus bisa mandiri, baik mandiri dalam bidang teologi atau akidah, ekonomi, politik, pendidikan maupun yang lainnya, dan tetap membuka kerjasama dengan berbagai instansi lain.

“Kita mencanangkan untuk membiayai diri kita sendiri dengan membuka i’anah-i’anah (bantuan dan pemberian, red) dengan tidak menutup kemungkinan kerjasama dengan pemerintah dan yang lainnya,” tuturnya.

Sementara Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah H. Mohamad Muzamil, mengajak kepada semua warga NU khususnya untuk melakukan kerjasama yang baik dengan pemerintah.

“Bagi NU, NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 adalah harga mati. Kewajiban kita sekarang adalah mengupayakan agar cita-cita dan tujuan nasional dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Oleh karena itu, menurutnya, guna menjamin tata kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik, warga NU di Jawa Tengah disarankan menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019.

“Gunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani, untuk kemaslahatan bangsa dan negara yang lebih baik dan maju di masa mendatang,” pesannya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *