BPBD Kota Semarang Petakan Titik Rawan Bencana

SEMARANG (Asatu.id) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang telah memetakan sejumlah titik rawan bencana banjir di wilayahnya. Daerah tersebut antara lain, Kecamatan Genuk, Gayamsari, dan Semarang Utara yang ada di wilayah timur, serta Kecamatan Mijen dan Tugu di wilayah Barat.

Hal ini menyusul intensitas hujan di Kota Semarang yang akhir-akhir ini semakin meningkat, sehingga perlu adanya kesiapsiagaan dalam hal penanggulangan dan pencegahan bencana di Kota Semarang.

Kepala BPBD Kota Semarang, Agus Harmunanto mengatakan, pihaknya telah memasang alat pemberitahuan bencana atau Early Warning System (EWS) banjir di dua tempat, yakni Banjardowo, Kecamatan Genuk, dan Meteseh, Kecamatan Tembalang. EWS itu memiliki fungsi seperti Area Traffic Control System (ATCS) milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang.

“Alat itu bisa digunakan untuk memantau melalui telepon pintar, nanti terlihat apabila debit air sudah menyentuh tanda hijau, berarti normal, kuning hati-hati, dan merah awas,” terangnya. .

Jika peralatan itu menunjukkan tanda merah atau bahaya, BPBD Kota Semarang akan memberikan peringatan kepada warga. Warga yang berada di lokasi rawan banjir diminta untuk segera bersiap dan mengamankan barang berharga.

“Jadi merah itu tandanya berbahaya, jadi warga bisa diberi peringatan untuk sigap dan bersiap mengamankan barang berharganya,” katanya.

Agus menambahkan pihaknya juga mengimbau kepada warga yang tinggal di lokasi rawan banjir untuk selalu waspada. Jika melihat gejala bencana, seperti tanggul yang rawan jebol, warga diminta segera melapor ke BPBD Kota Semarang.

“Langsung laporkan kepada BPBD Kota Semarang, atau mungkin melalui Lurah atau Camat sebagai pemangku wilayah untuk kemudian kami bisa langsung terjun ke lapangan,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *