Sinkronkan Program Kerja, PWNU Jateng Gelar Muskerwil

Sinkronkan Program Kerja, PWNU Jateng Gelar MuskerwilSEMARANG (Asatu.id) – PWNU Jawa Tengah menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung, Sabtu (26/1) ini. Sederet program kerja yang disusun lembaga dan badan otonom (Banom) di lingkungan Jamiyyah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, akan menjadi bahasan penting di arena Muskerwil.

Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, KH Drs Muhammad Muzamil menjelaskan, Muskerwil akan diikuti seluruh personal PWNU Jateng dan utusan dari lembaga dan Banom NU tingkat Jateng serta utusan PCNU se-Jateng. Muskerwil merupakan kegiatan permusyawaratan tertinggi kedua setelah konferensi wilayah ini.

Kiai Muzamil menambahkan, paska pelantikan PWNU Jateng akhir tahun lalu, seluruh lembaga dan badan otonom NU dibawah PWNU Jateng dikonsolidir dan ditata ulang program-programnya agar sejalan dan tidak saling tumpang tindih antara sesama lembaga atau Banom, bahkan dengan program kerja NU dalan forum Pembinaan dan Koordinasi lembaga di lingkungan PWNU Jateng pada awal tahun ini.

“Di forum itu semua lembaga dan Banom memaparkan program-programnya, baik untuk jangka pendek, menengah, panjang dan program prioritas. Selanjutnya akan diharmonisasi dan disinkronkan dengan program NU yang akan dibahas di arena Muskerwil di Temanggung,” kata Kiai Muzamil yang didampingi KH Munif Abdul Muchit dan Ketua PW NU Care-Lazisnu Jateng, H. Muhammad Mahsun, di Kantor PWNU Jateng, Jumat (25/1).

Muskerwil selain akan membahas dan menetapkan program kerja PWNU Jateng masa khidmah lima tahun ke depan yang disinkronkan dengan program kerja perangkat-perangkatnya, juga akan membahas materi-materi yang akan dibahas dalam Konferensi Besar dan Musyawarah Nasional (Konbes & Munas) Alim Ulama NU di Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Kota Banjar Jabar 27 Februari – 1 Maret 2019 .

Sementara menurut Wakil Sekretaris Tanfidziyah PWNU Jateng, H Iman Fadlilh SHI, MS.I, selama ini di tubuh NU, khususnya NU Jateng masih terjadi tumpang tindih dan duplikasi program kerja. Seringkali ada sebuah bidang lahan garapan yang sebenarnya sudah dijalankan oleh salah satu lembaga, namun pada waktu yang lain bahkan dalam waktu yang hampir bersamaan juga dijalankan oleh NU.

Hal ini, tutur Iman Fadlilh, tidak boleh terulang mulai sekarang, karena itu PWNU bersama perangkatnya melakukan penataan ulang program kerja di arena Muskerwil.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *