Rukma: Pemilu Damai Jangan Hanya Wacana

Rukma: Pemilu Damai Jangan Hanya WacanaSEMARANG (Asatu.id) – Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma Setyabudi, berharap pemilu damai yang selama ini didengungkan tidak hanya menjadi wacana dan slogan saja, tetapi perlu diimplementasikan. agar bisa menciptakan proses demokrasi dan tidak menyebabkan perpecahan.

“Pemilu damai jangan hanya jadi wacana, tetapi perlu diimplementasikan agar bisa menciptakan proses demokrasi dan tidak menyebabkan perpecahan,” kata Rukma, Rabu (23/1).

Menurut Rukma, kesepakatan bersama pemilu damai di 2019 yang pernah dideklarasikan perlu diwujudkan, agar proses demokrasi ini sebagai bagian terpenting dari memilih pemimpin dan para wakil rakyat itu nantinya sesuai dengan harapan rakyat, sekaligus bisa meminimalisasi terjadinya friksi dan luka hati masyarakat.

“Semua elemen, baik kontestan, penyelenggara, pemerintah, pengamat dan masyarakat harus berupaya semaksimal mungkin mewujudkan pemilu damai. Tidak bisa hanya satu pihak, tapi semua elemen bangsa harus berkomitmen mewujudkannya,” tandasnya.

Rukma menandaskan, pihaknya tidak ingin kondisi damai dalam proses demokrasi diabaikan. Hal itu dapat  memunculkan luka di masyarakat dan tidak mudah untuk disembuhkana.

Karena itulah, dia berharap dalam berkompetisi baik parpol, calon legislatif (caleg) maupun calon presiden/wakil presiden beserta tim sukses menghindarkan diri dari masalah yang bisa menimbulkan perpecahan, utamanya SARA.

“Jangan memainkan isu-isu SARA , apalagi memakai hoaks untuk mencapai popularitas dan kemenangan sesaat. Kita semua yang akan rugi jika kondisi seperti itu terjadi,” kata politikus PDIP itu.

Rukma menambahkan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mewujudkan pemilu damai. Seperti lebih banyak menawarkan gagasan, ide dan program yang terukur. yang dapat menjawab permasalah yang menjadi target pemilih. Dengan demikian jika ditindaklanjuti dengan dialog menghasilkan penajaman dan koreksi atas program yang ditawarkan.

Rukma juga berharap, sebaiknya ada pertemuan periodik antarkontestan dalam suasana yang santai, agar suhu tetap dinamis dan diwarnai keakraban.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *