Delapan Kepala Desa Diduga Korupsi Dana Desa

SEMARANG (Asatu.id) – Sebanyak delapan kepala desa di Jawa Tengah diduga tersandung kasus korupsi dana desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng Sudaryanto menuturkan, delapan kepala desa tersebut saat ini belum dapat mencairkan dana desa dari pemerintah pada tahun 2019.

“Mereka belum bisa mempertanggungjawabkan penggunaannya pada tahun lalu,” ungkap Sudaryanto usai diskusi dalam sebuah acara di Gets Hotel, Kota Semarang, Selasa (22/1).

Dia menyebutkan, ada beberapa masalah para kepala desa itu saat dilakukan penyelidikan.

“Masalahnya macam-macam. Ada yang dipanggil kejaksaan, dan laporan keuangan kurang baik,” jelasnya.

Saat dimintai keterangan, Sudaryanto masih enggan menyebutkan nama-nama kepala desa yang bermasalah. Menurutnya, dari 7.809 desa di Jateng, jumlah kepala desa yang tersangkut kasus tidak seberapa.

“Nanti kita evaluasi keseluruhan, intinya prosentasenya tidak sampai 1 persen,” katanya.

Sudaryanto membeberkan, para kepala desa masih banyak kesulitan dalam membuat laporan penggunaan dana desa. Bahkan para kepala desa sempat mengeluhkan kepada Presiden RI Joko Widodo.

“Kalau kepala desa cukup satu lembar laporannya. Pak Jokowi sempat juga menyetujui. Tapi dari Kementerian Keuangan tidak bisa. Semua laporan sesuai regulasi, jadi harus hati-hati menggunakan dana desa,” tandasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *