Solusi Zakat Salurkan Modal Usaha untuk Nelayan Korban Tsunami Banten

SEMARANG (Asatu.id) – Solusi Zakat kembali mengirimkan tim relawan dan menyalurkan bantuan untuk para korban tsunami Selat Sunda di Banten. Pengiriman relawan yang dilakukan sejak (18/1) ditujukan sebagai agenda menyalurkan bantuan modal usaha bagi para nelayan yang terkena dampak tsunami.

Bantuan yang disalurkan yakni berupa 2 ton beras dan 3 truk sembako bagi warga, serta 5 tandon air untuk masjid-masjid terdampak tsunami Selat Sunda di 5 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang Banten, Minggu (20/1).

Salah satu titik penyaluran bantuan dilakukan di Kampung Kalapa Kuning, Dusun Sukamulya, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang Banten 20/1.

Bantuan beras dan sembako disalurkan kepada 500 jiwa di Dusun Sukamulya. Bantuan Tandon air disalurkan di Masjid Jami’ Al Ikhlas. Bantuan modal bagi kelompok usaha nelayan disalurkan bagi para nelayan.

Kepala Dusun Sukamulya, Bapak Lamri (52) menyampaikan di dusunnya terdapat 13 rumah hanyut, 26 rumah rusak parah dan 2 orang terluka. Selain itu terdapat 1 Sekolah rusak parah dan kondisi bangunan hancur.

”Kami sangat bersyukur mendapat bantuan sebanyak ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga kami yang 90 % bermata pencaharian sebagai nelayan. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih banyak bagi Solusi Zakat,” ujarnya.

Direktur Program Solusi Zakat, Harjito menyampaikan pascabencana tsunami pihaknya telah menerjunkan relawan untuk proses evakuasi korban dan menyalurkan bantuan logistik.

“Berdasarkan hasil assesmen wilayah bencana pada penyaluran tahap pertama, untuk proses recoveri bencana kami memutuskan untuk memberikan bantuan modal usaha bagi para nelayan yang kami lakukan secara kelompok,” bebernya.

Harjito menjelaskan satu kelompok usaha nelayan terdiri dari 8-10 orang. Pada bantuan tahap kedua akan memberikan bantuan kepada 20 kelompok nelayan di Banten. Per satu kelompok nelayan diberikan modal 10 juta.

“Kami juga akan mendampingi mereka melalui relawan dan mitra kami yang ada di sini (Banten) agar modal yang diberikan benar-benar digunakan untuk usaha dan dapat dievaluasi keberjalannya. Sejauh ini, kami baru mendata ada 5 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang yang menjadi sasaran bantuan modal kelompok nelayan,” tuturnya.

Antara lain di Kecamatan Sinangka, Kecamatan Carita, Kecamatan Labuan, Kecamatan Cigelis, dan Kecamatan Sumur. Bantuan beras, sembako dan tandon air juga disalurkan di 5 Kecamatan tersebut. Sampai hari ini masih banyak korban yang belum  mendapatkan bantuan modal usaha.

“Untuk itu sampai beberapa bulan ke depan kami akan terus menggalang dana bagi para korban agar para korban yang belum mendapat bantuan modal usaha bisa segera mendapatkan bantuan,” jelasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *