Pengundian Lapak Pasar Wonodri, Banyak Pedagang Kecewa

SEMARANG (Asatu.id) – Pedagang Pasar Wonodri kecewa terkait dengan pembagian lapak yang dinilai kurang adil.

Salah seorang pedangan Pasar Wonodri Wasimin mengatakan banyak pedagang baru yang tiba-tiba memiliki kios dan menempati kios di lantai dasar. Sementara pedagang yang sudah puluhan tahun berjualan di Pasar Wonodri dan sudah mengantongi izin dasar justru ditempatkan di lantai dua.

“Lantai dasar malah ditempati para pedagang yang sebelumnya tak memiliki izin dasaran. Bahkan ada pedagang baru yang sebelumnya tak memiliki lapak. Kami berharap, para pemilik izin dasaran di pasar lama diprioritaskan untuk menempati bangunan lantai dasar,” Kata Wasimin usai mengikuti undian lapak di Pasar Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, Sabtu (19/1).

Lebih lanjut, Wasimin mengungkapkan jika pedagang baru diprioritaskan untuk menempati lantai dasar, sementara ia bersama pedagang lain yang sudah 35 tahun menempati pasar serta mengantongi izin dasaran ditempatkan di lantai dua, itu sangat tidak adil.

“Tiap tahun kita memperbaharui izin, tiap hari juga ditarik retribusi Rp 2000. Tidak adil jika kami yang lama ditaruh di lantai dua, sementara mereka yang baru ditempatkan di lantai dasar,” keluhnya.

Hal senada juga disampaikan Sayono. Dia mengungkapkan perlu adanya kenetralan dari Dinas Perdagangan dalan melakukan pembagian lapak di Pasar Wonodri.

“Saya sudah 30 tahun jualan sembako di Wonodri, ini tidak adil pembagian kios nya. Lantai dasar sebagian besar diisi oleh orang-orang baru yang sebelumnya tidak memiliki lapak. Sementara pedagang yang memiliki izin resmi justru ditempatkan di lantai dua,” imbunhya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *