Dinas Perdagangan Hanya Data Pedagang Pasar Wonodri Teregistrasi

SEMARANG (Asatu.id) – Plt Kasi Penataan dan Pemetaan Pasar pada Dinas Perdagangan Kota Semarang, M Rois Bachrudin mengatakan, Dinas Perdagangan hanya akan mendata pedagang Pasar Wonodri yang telah teregister atau mendaftarkan dan mengumpulkan data-datanya.

Tercatat ada 1.030 pedagang mendaftarkan diri di Pasar Wonodri. Sementara jumlah los dan kios di pasar tradisional tersebut hanya berjumlah 884 unit. Rinciannya, 300 unit di lantai satu, lantai dua 301 unit dan lantai tiga 283 unit.

“Meski hanya berjumlah 884 unit, tapi Pasar Wonodri diperkirakan dapat menampung hingga 1.200 pedagang. Untuk masalah teknis, seperti pedagang Pasar Wonodri yang belum teregister akan diabaikan dulu. Kami mendata yang telah ada dulu, untuk selanjutnya dibagi penempatannya sesuai dengan zonasi,” katanya, di sela-sela pengundian Lapak Pasar, Sabtu (19/1).

Lebih lanjut Rois mengungkapkan, hingga proses pengundian berlangsung masih banyak pedagang yang terus mendaftarkan diri. Bahkan, beberapa di antaranya pedagang baru yang ingin berjualan di Pasar Wonodri.

“Masih terus berdatangan yang mendaftarkan diri, baik pedagang lama ataupun pedagang baru,” katanya.

Sebelumnya, terkait dengan penataan pasar, Dinas Perdagangan sebelumnya telah memberikan tawaran kepada Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Wonodri untuk melakukan penataan dan penempatan pedagang di pasar. Namun, mereka menolaknya dan menyerahkan permasalahan tersebut kepada dinas.

“Pengundian diserahkan oleh pedagang ke Dinas Perdagangan. Kami lakukan tiga hari dari Kamis hingga Minggu (20/1),” ungkapnya.

Sementara adanya beberapa pedagang yang protes dikarenakan tidak terdaftar. Setelah dilakukan pengecekan pedagang tersebut tidak melakukan registrasi ulang

“Pedagang ada yang protes, kenapa tidak terdaftar. Ternyata setelah dicek mereka tidak registrasi ulang. Mereka akan didata setelah proses pengundian dan pembagian kios serta los, yakni Senin (21/1),” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *