Target Jateng 2019, Penurunan Kemiskinan 7,48 Persen

SEMARANG (Asatu.id) – Sekda Jateng Sri Puyono memaparkan, target penurunan kemiskinan di Jateng pada 2019 adalah 6,48-7,48 persen. Kemiskinan di Jateng sebagian besar atau mendominasi di daerah pedesaan, dengan jenis pekerjaan beragam. Antara lain, buruh tani, petani gurem, pekerja serabutan, kuli bangunan, dan pedagang asongan.

Berbagai program pun digulirkan pemprov guna penanggulangi kemiskinan, antara lain program Kartu Jateng Sejahtera yang 2018 telah terealisasi sebesar Rp 34,85 miliar bagi 12.229 penerima manfaat, program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) PBI nonkuota, pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH), Bantuan Siswa Miskin (BSM), Kartu Tani yang hingga Desember 2018 tersalurkan sebanyak 2.444.689 kartu.

Program lainnya yang terus berlanjut adalah Kartu Nelayan, dengan penerbitan dan pendistribusian kartu bahan bakar minyak meliputi 16 kabupaten dan kota yang sampai Desember 2018 tercatat sebanyak 114.444 kartu.

“Selain itu, terus menumbuhkan wirausaha baru, serta mendorong UMKM agar terus berkembang melalui program kredit usaha Mitra Jateng dengan bunga rendah dan tanpa agunan,” tutur Sekda di depan jajaran SKPD Provinsi pada Rakor Penanggulangan Kemiskinan di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Jateng, Kamis (17/1).

Tidak kalah penting, lanjut Sekda, adalah meningkatkan program kemitraan dengan perguruan tinggi, salah satunya melalui kuliah kerja nyata (KKN) tematik.

Para mahasiswa diterjunkan langsung untuk mengetahui sekaligus membantu mengatasi berbagai persoalan di masyarakat. Beragam program KKN tematik dinilai sangat efektif.

“Kami juga bekerja sama dengan TNI/Polri antara lain melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan program pembangunan lainnya, serta membangun sinergitas antara pemerintah pusat dan kabupaten/ kota. Salah satunya bantuan penanganan RTLH yang ditargetkan selesai pada 2021,” terangnya.

Sekda menambahkan, beberapa strategi penanganan kemiskinan harus diarahkan guna mengurangi beban pengeluaran, meningkatkan kemampuan beli dan pendapatan masyarakat miskin, serta mengembangkan dan menjamin kelanjutan usaha mikro kecil. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *