Temuan SKTM Palsu, Ganjar Kaji Soal Penghapusan SKTM

SEMARANG (Asatu.id) – Kebijakan menghapus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 sampai saat ini masih dalam tahap pengkajian.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan, pihaknya masih melakukan evaluasi prosedur pada PPDB, baik SMA maupun SMK tahun lalu yang masih mengundang munculnya masalah SKTM palsu.

“Sektor pendidikan Jateng sekitar 78.000 lebih kita lakukan operasi dan kita menemukan SKTM tidak sesuai. Ini serius,” katanya dalam acara Mas Ganjar Menyapa yang disiarkan langsung dari Puri Gedeh, Selasa (8/1).

Sebelumnya, telah dijelaskan sudah ada pengkajian dan penjajakan, termasuk syarat SKTM dalam PPDB untuk tahun 2019 ini. Bagi siswa yang benar-benar tidak mampu, Pemprov Jateng mengaku akan memberikan beasiswa pendidikan.

Hal itu seiring dengan kebijakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhajir Effendy.

“Pak Menteri mendorong kita untuk meningkatkan standarisasi sekolah, sehingga istilah muncul sekolah favorit akan kami favoritkan semuanya. Bahwa brand sekolah-sekolah hebat sudah ada,” jelasnya.

Sementara itu sebelumnya, jelas dia, untuk calon siswa yang memiliki prestasi baik akademis maupun non-akademis memiliki kesempatan untuk masuk sekolah yang diinginkan lantaran terbantu dengan perolehan peringkat.

“Tapi kalau tidak bagus atau mereka kalah dengan daftar itu, karena mereka mengaku miskin. Maka skornya kami tambah. Kemudian nilai yang tidak pas itu kami berikan SKTM. Itu yang kemarin terjadi dan diprotes banyak orang,” tandasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *