Potensi Pariwisata Jateng-DIY masih Terkendala Akses

SEMARANG (Asatu.id) – Potensi pariwisata Jawa Tengah dan DIY dapat dimaksimalkan dengan infrastruktur serta kemudahan akses penerbangan. Salah satunya, percepatan pembangunan bandara baru di Yogjakarta.

Dengan ditunjukannya Candi Borobudur sebagai salah satu ikon yang mewakili Jawa Tengah dan DIY sebagai 10 Bali Baru, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya mengatakan faktor sukses meningkatkan pengunjung, salah satunya adalah akses wisatawan ke Borobudur.

“Jika di Sumut ada Danau Toba, di Jateng dan DIY kitabounya Borobudur. Sektor pariwisata tidak melihat administrasi pemerintahan namun dilihat critical success faktornya, seperti Jateng-DIY adalah akses,” jelasnya saat berkunjung ke Puri Maerokoco Semarang, baru-baru ini.

Ia memaparkan, jika kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur hanya sekitar 250 ribu, baik secara langsung maupun indirect, yaitu melalui penerbangan Bali maupun Jakarta.

Dia menyayangkan hal ini, pasalnya Angkorwat capaian jumlah pengunjung hingg 10 kali lipat, yakni 2,5 juta wisatawan.

“Padahal Borobudur tidak kalah oleh Angkorwat, yang kalah adalah attraction dan accessibility,” ujarnya.

Arief menjelaskan jika bandar udara di Jogja sudah tidak mampu menampung penerbangan, sehingga tidak bisa lagi mengundang wisman untuk terbang ke Jogja dan Jateng. “Saya berharap tahun ini bandara baru di Jogja dapat beroperasi,” tandasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *