Penerapan Total Quality Management Pada Perusahaan di Era Industri 4.0

SEMARANG (Asatu.id) – Dalam persaingan global, agar perusahaan dapat berkembang dan tetap bertahan mereka harus mampu menghasilkan produk atau jasa dengan mutu yang terbaik, harga yang bersaing serta pelayanan merupakan acuan untuk meningkatkan penjualan.

Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan perbaikan kualitas atau mutu dalam semua aspek yang berkaitan dengan produk yang akan dipasarkan. Aspek tersebut bisa berupa material bahan, tenaga promosi. Tak ketinggalan pelayanan yang mengutamakan kepentingan pelanggan, sehingga bisa menciptakan service excellent dengan cara mencapai customer experience.

Dengan mengantongi semua aspek tersebut perusahaan mampu menarik konsumen yang pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah konsumen yang nantinya akan menjadi pelanggan setia. Maka dari itu. diperlukannya TQM untuk mengendalikan mutu secara menyeluruh.

Total Quality Manajement (TQM) adalah filosofi manajemen yang menekankan kebutuhan untuk mengetahui kebutuhan konsumen, pentingnya melakukan tindakan yang benar sejak awal, dan pentingnya untuk mengakui bahwa perbaikan kualitas akan dapat tercapai, jika tujuan dari seluruh perusahaan dan bagian dari struktur dan budaya keseluruhan organisasi menerapkan metode yang lebih canggih, yaitu menggunakan teknologi masa kini, sehingga perusahaan mampu mencapai pasar global.

Ada hubungan erat antara kualitas produk/jasa, kepuasan pelanggan, dan profit perusahaan. Semakin tinggi kualitas suatu produk, makin tinggi pula kepuasan pelanggan. Penerapan  metode ini secara bersamaan akan mendukung harga yang tinggi dengan biaya yang rendah. Muaranya, penerapan sistem perbaikan kualitas ini akan mendongkrak laba perusahaan dan tingkat daya saing produk/jasa di pasar bebas.

Untuk itu perusahaan harus bisa menerapkan sistem teknologi informasi yang sempurna agar bisa menghasilkan informasi tepat sasaran. Penerapan sistem teknologi informasi dalam perusahaan menjadi titik penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Keberadaan sistem teknologi informasi pada saat ini sudah tidak dapat dipisahkan peranannya dalam proses untuk mengerjakan tugas karyawan.

Penerapan aplikasi sistem teknologi informasi ini, di satu sisi memberikan kelebihan mempermudah karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya. Di sisi lainnya, penerapan teknologi informasi justru menjadi hambatan jika karyawan tidak menguasai sistem teknologi informasi tersebut.

Bagi karyawan yang memahami dan dapat menggunakan aplikasi teknologi tersebut, kemajuan teknologi informasi dapat memberikan nilai lebih bagi karyawan. Selain dapat menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang relatif singkat, kualitas pekerjaan akan dapat turut meningkat pula. Secara teoritis, jika kualitas kerja karyawan mengalami peningkatan, maka program manajemen kualitas perusahaan akan turut mengalami peningkatan pula (Ang & Finlay, 2000).  (Fadiah Nabila Nasywa, Mahasiswi Fakultas Ekonomi Unissula)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *