Pendidikan Tata Krama Ajarkan Siswa Hormati Sesama Manusia

SEMARANG (Asatu.id) – Salah satu tanggung jawab besar yang diemban setiap institusi pendidikan saat ini adalah menanamkan budi pekerti pada anak didiknya.

Demikian pesan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat memberikan sambutan pada penyerahan penghargaan rekor Muri kepada Sekolah Nasima, Senin (7/1).

Sekolah Nasima mendapat penghargaan rekor Muri  sebagai sekolah pertama dengan tata ruang bertema daerah-daerah di Indonesia terbanyak tersebut, sehingga dapat menanamkan tata krama dan menghormati orang yang ada di sekelilingnya.

“Tata krama dapat dipelajari salah satunya dengan memahami Bahasa Jawa,” ucapnya.

Ia bercerita, jika dirinya kerap berinteraksi dengan orang barat maupun timu. Pria yang akrab disapa Gus Yasin tersebut bahkan mempelajari dua bahasa, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.

“Tapi saya belum bisa menemukan pendidikan karakter yang kuat di dalam bahasa, kecuali Bahasa Jawa,”

Menurutnya, Bahasa Jawa sangat santun karena mengajarkan tata krama dalam bertutur kata dengan orang tua. Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah itu juga ingin, pelajar sekolah Nasima nantinya menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki jiwa sosial.

“Untuk memupuk kepedulian, mereka dapat turut serta dalam kegiatan sosial, seperti menyantuni anak yatim,” terangnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *