Dinas Perdagangan Segel 15 Shelter PKL Taman Indonesia Kaya

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Perdagangan Kota Semarang segel 15 shelter pedagang kaki lima (PKL) di Taman Indonesia Kaya, Senin (7/1). Penyegelan ini lantaran shelter tersebut terindikasi diperjualkan kepada orang yang tidak berhak.

Penyegelan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, dan dibantu oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang.

“Ada informan yang melaporkan ke kami, bahwa ada praktik jual beli shelter di shelter Taman Indonesia Kaya. Oleh karena itu, sebelum itu terjadi kami lakukan penyegelan terhadap 15 kios yang diduga akan diperjualbelikan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto.

Fajar mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, besaran harga satu shelter untuk disewa selama satu tahun mencapai Rp 40 juta.

“Ada yang melapor, bahwa dia disuruh menyewa setahun Rp 40 juta. Sebelum itu terjadi kami cek dan kami langsung melakukan penyegelan,” tegasnya.

Sementara saat ini pihaknya akan memberikan batas waktu hingga Senin (14/1) untuk pedagang yang asli menempati dan berjualan di shelter tersebut.

“Kami beri batasan waktu hingga hari Senin (14/1). Jadi jika sampai satu minggu ini belum juga ditempati, kami akan langsung melakukan penyegelan secara permanen dan kami akan berikan shelter itu ke pedagang lain yang benar-benar ingin berjualan,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *