Beberapa Gudang Penyimpan Sarana Pemilu Butuh Pengawasan

SEMARANG (Asatu.id) – Koordinator Divisi Pengawasan pada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jateng, Anik Solihatun menyatakan, sarana perlengkapan untuk Pemilu 2019, seperti bilik suara dan kertas suara dan tinta, hampir 99 persen sudah berada di semua gudang KPU kabupaten dan kota.

Hanya saja, menurut Anik, perlu pengawasan terhadap barang-barang tersebut karena kondisi gudang penyimpanan kota suara yang tidak semuanya sempurna.

Saat ini, setidaknya Bawaslu Jawa Tengah mewaspadai enam lokasi atau gudang penyimpanan suara di wilayah kerjanya. Masalahnya beragam, mulai dari rawan diterpa cuaca buruk sampai kena serangan rayap.

“Kalau untuk perlengkapan, seperti bilik suara dan kertas suara sudah hampir 99 persen berada di semua gudang KPU kabupaten dan kota. Selain itu ada alat-alat tinta, segel kertas-kertas juga juga sudah standby. Tetapi yang perlu diwaspadai itu keberadaan lokasi gudang penyimpanan kotak suara,” tandas Anik Solihatun, Senin (7/1).

Menurut Anik, pengawasan perlu dilakukan karena beberapa lokasi gudang penyimpanan ada yang terletak di area rawan banjir. Bahkan ada yang memang kondisi bangunan gudangnya kurang memadai, misalnya kalau hujan atapnya bocor.

“Terutama gudang penyimpanan yang berada di Kota Semarang. Di tempat ini rasanya sulit menghindar dari situasi banjir. Kalau di Sragen bangunan gudang bocor pada bagian atap. Kemudian di Karanganyar, talang airnya ada yang rusak. Dan di Pemalang sudut gudangnya terbuka. Bawaslu sudah merekomendasikan kondisi-kondisi tersebut kepada KPU untuk diperbaiki segera,” tandasnya.

Anik juga membeberkan kondisi di beberapa gudang lainnya. Di Kota Pekalongan, misalnya, ada gudang kotak suara yang belum dialiri listrik sama sekali. Sedangkan di Purworejo ada gudang kotak surat suara yang kondisinya lembab dan rawan serangan rayap. Kondisi itu dianggap berbahaya karena kotak suara untuk Pemilu 2019 terbuat dari bahan baku non-logam.

Terkait kondisi-kondisi di atas, Bawaslu Jateng tetap memberikan batas waktu sampai 16 Januari untuk perbaikan gudang-gudang yang tak layak pakai tersebut, meski secara umum lokasi gudang-gudang tadi sudah representatif. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *