Ini Harapan Warga Dukuh Pancuran Salatiga Saat Dikunjungi Gubernur Ganjar

Harapan Warga Dukuh Pancuran Salatiga Saat Dikunjungi Gubernur GanjarSEMARANG (Asatu.id) – Semangat dan motivasi warga Dukuh Pancuran, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga untuk mengubah citra negatif kampungnya menjadi positif, membuat kampung itu kini dikenal se-Indonesia.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pun merasa bangga melihat perubahan kampung yang dahulu berkesan seram itu. Kini Kampung Pancuran dipenuhi suasana mural. Banyak lukisan di beberapa sudut kampung. Ganjar menyempatkan berkunjung ke Kampung Mural itu didampingi Ketua RW IV Budi Sutrisno, Kamis (3/1).

Menurut Budi Sutrisno, Kampung Mural pada zaman dulu memang dikenal sebagai kampung preman. Perubahan menjadi Kampung Mural dan Bermoral itu atas motivasi masyarakat yang menginginkan perubahan.

“Kami berharap, Pak Ganjar bisa membantu agar pembuatan mural bisa keseluruhan. Kami juga butuh anggaran untuk membayar lahan mata air agar menjadi milik masyarakat yang saat ini masih menjadi milik pribadi, meski airnya boleh untuk warga. Akan kami buat juga ruang publik, ukurannya 2×3 meter,” ujarnya.

Kini di beberapa tempat terdapat berbagai lukisan dengan beragam tema, di antaranya adalah gambar yang menggambarkan sejarah Indonesia dan tokoh-tokoh Salatiga. Hampir setiap sudut kampung mural ini instaworthy, cocok sekali untuk berfoto-foto, untuk stok konten di Instagram. Tidak hanya lukisan dua dimensi, tetapi juga lukisan tiga dimensi.

Atraksi menarik lainnya yang bisa ditemui di Kampung Mural adalah wisata religi di makam Mbah Nyai Kopek, seni budaya drumblek khas Salatiga, teklek, kursus menjahit, musik religi kosidah, taman baca, dan lainnya.

Tak hanya itu, di Kampung Mural juga terdapat pula industri kecil karak dan abon, vertical garden, kebun sayur, budidaya ikan, shelter sungai, dan jembatan bertema.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *