Gapensi : Pemkot, Hati-hati Beri Kebijakan Tambahan Waktu

Gapensi Kota Semarang Himbau Pemkot Hati-Hati Beri Kebjakan Penambahan Waktu Kepada Kontraktor yang Mengerjakan Pasar WonodoriSEMARANG (Asatu.id) – Gabungan Pelaksana Konstruksi Seluruh Indonesia (Gapensi) Kota Semarang, menghimbau agar Pemkot berhati-hati dalam hal memberikan kebijakan. Hal ini menyusul adanya kebijakan Pemkot Semarang yang memberikan penambahan waktu 25 hari dengan sistem denda terhadap kontraktor pembangunan Pasar Wonodri yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
“Perpanjang waktu dengan sistem denda memang diperbolehkan itu mengacu pada Perpres 54 tahun 2010, tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Namun harus dilihat juga syaratnya. Jadi penyebab tidak selesainya pembangunan itu karena apa? itu harus dilihat. Kalau hanya karena cuaca yang hujan itu tidak bisa menjadi alasan,” kata Ketua Gapensi Kota Semarang Devri Alfiandy, kamis, (3/1).
Lebih lanjut Devri mengungkapkan, Kebijakan yang tidak hati-hati tersebut, menurutnya juga dapat membahayakan bagi pengguna anggaran.
“Bisa jadi ini menjadi persoalan hukum dikemudian hari. Saya mengingatkan agar pengguna anggaran agar lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Seperti Pasar Wonodri, itu diberi tambahan waktu 25 hari, iya kalau selesai, tapi jika tidak selesai bagaimana?,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, pembangunan Pasar Wonodri hingga akhir bulan Desember 2018 hanya selesai di angka 85 persen. Sementara, untuk menyelsaikan pembangunan pasar tersebut, Pemerintah Kota Semarang memberikan tambahan waktu selama 25 hari dengan sistem denda kepada kontraktor untuk menyelesaikan pembangunan pasar tersebut.
“Akhir kontrak di bulan Desember lalu di angka 85 persen. Sisanya 15 persen kami beri tambahan waktu selama 25 hari untuk menyelesaikan pembangunan itu dengan sistem denda,” kata Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Rabu (2/1) lalu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *