Malam Pergantian Tahun di PRPP, Musik Koplo Tak Ada Matinya

SEMARANG (Asatu.id) – Musik dangdut koplo serasa tak ada matinya. Jumlah penggemarnya pun terus bertambah dengan antusiasme luar biasa. Kondisi dan suasana itu tergambar saat Orkes Melau (OM) Sera manggung di pelataran parkir PRPP Jateng, kawasan Anjasmoro Semarang, Senin (31/12).

Grup dangdut koplo asal Gresik, Jawa Timur itu tampil dalam rangka menyambut malam pergantian tahun. Sampai Selasa dini hari pun para penggemar OM Sera tak beranjak, meski rintik hujan sejak awal terus mengguyur.

Lima biduan cantik diusung ke panggung. Ada Venda Jhung, Adelia Sanca, Ivha Berlian,  Fibri Viola, Erna Academy, dan seorang penyanyi cowok Idien Pradiepta. Mereka tampil dengan talenta masing-masing yang menunjukkan  kreativitas khas artis dangdut.

Hujan deras yang mengguyur kawasan Kota Semarang sejak sekitar pukul 19.00 memang sempat mengkhawatirkan. Namun pelan tapi pasti, intensitas guyuran hujan itu terus berkurang, dan OM Sera bisa merampungkan pentasnya lebih kurang dua jam di atas panggung.

Beberapa lagu mampu menghipnotis ribuan pengunjung. Mereka bersorak, berjingkrak, bergoyang, dan hampir hapal semua syair lagu dangdut yang dilantunkan artis-artis OM Sera. Ada “Atiku Ajur”, “Ilang Rasa”, “Kebacut Trisna”, dan “Prei Kanan Kiri” yang menjadi lagu pamungkas.

Ribuan penonton itu seolah tak memedulikan gerimis yang terus mengguyur. Mereka adalah penggemar OM Sera yang datang dari berbagai daerah, bahkan dari luar Jawa Tengah. Antara lain Brebes, Demak, Purwodadi, Pakalongan, Semarang, Madiun, Ngawi, dan beberapa daerah lainnya. Sejak awal pentas, Sera Mania terus berjingkrak sambil membentangkan spanduk, kain slayer dan kaus dengan berbagai ragam tulisan yang variatif.

“Mumpung bisa nonton live, dipuas-puasin. Belum tentu dalam waktu dekat ada jadwal Sera di Semarang,” tutur Sulistyo, salah satu Sera Mania dari Batang.

Pentas musik yang diawali dengan pertunjukan kelompok band-band lokal itu berjalan lancar dengan pengamanan dari aparat kepolisian dan TNI. Sebelum OM Sera mengakhiri pentasnya, tepat pukul 00.00 diselingi pesta kembang api. Suara dentuman dan cahaya warna-warni seakan memecah keheningan langit Semarang yang diselimuti mendung dan guyuran gerimis. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *