Bridge Fountain BKB Diresmikan, Hendi Klaim Ini yang Pertama di Indonesia

Bridge Fountain BKB Diresmikan, Hendi Klaim Ini yang Pertama di IndonesiaSEMARANG (Asatu.id) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi optimis, dengan diresmikannya landmark Bridge Fountain akan menjadi jujugan wisata baru di Kota Semarang.
“Bridge Fountain ini merupakan yang pertama di Indonesia. Tarian air mancur serta permainan cahaya lampu warna-warni akan menjadi tontonan menarik dan diharapkan mampu menjadi magnet bagi wisatawan,” Katanya, usai melakukan doa bersama pergantian tahun, di kawasan Banjir Kanal Barat (BKB), Senin (31/12) malam.
Lebih lanjut, Hendi sapaan akrab wali kota itu mengungkapkan, peresmian dilakukan bersamaan perayaan malam tahun baru, diharapkan masyarakat yang ingin menikmati pergantian tahun di kawasan BKB dapat terhibur dengan atraksi tarian air mancur tersebut.
“Harapanya, dengan diresmikannya Bridge Fountain ini, jumlah pengunjung atau wisatawan di Kota Semarang kedepannya akan semakin meningkat dan semakin banyak,” ungkapnya.
Hendi menambahkan, Bridge Fountain yang dibangun dengan dana APBD Kota Semarang senilai Rp 17 miliar tersebut, memiliki keunggulan dibanding air mancur yang lain. Yakni karena penampangnya yang luas dan berada di dua sisi jembatan.
Bridge Fountain BKB Diresmikan, Hendi Klaim Ini yang Pertama di Indonesia“Dengan penampang yang luas, dan juga berada di dua sisi utara dan selatan jembatan, atraksi air mancur ini dapat dinikmati oleh masyarakat luas dari berbagai lokasi yakni di Jalan Madukoro, Jalan Bojong Salaman, Jalan Kokrosono dan Jalan Basudewo,” ungkapnya.
Bridge Fountain akan secara rutin beratraksi setiap Jumat dan Sabtu pada pukul 19.30 hingga 20.00 dan 21.00 hingga 21.30. Hendi berharap, masyarakat yang ingin menyaksikan atraksi Bridge Fountain untuk memperhatikan jadwal agar tidak kecele.
“Akan dinyalakan setiap Jumat dan Sabtu, selain hari itu tidak dimainkan,” ungkapnya.
Selain itu, di tahun 2019 ini, Hendi mengaku masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan dan dikejar. Salah satunya yakni penyelesaian masalah banjir dan rob, pembangunan sirkuit, fasilitas olahraga standart internasional di tiap kecamatan, dan beberapa pekerjaan infrastruktur lainnya.
“Masih banyak yang harus dikerjakan di tahun 2019,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *