Pertamina TBBM Boyolali Kembangkan Ketrampilan Masyarakat

SEMARANG (Asatu.id) – Pertamina Terminal BBM (TBBM) Boyolali menggalakkan pengembangan masyarakat melalui pelatihan batik dan pengolahan lahan kritis menjadi sumber pengasilan.

Upaya pengembangan masyarakat secara berkesinambungan yang digagas TBBM Boyolali ini dilakukan dengan mengadakan workshop Sriekandi Patra dan Campbell II Edupark.

Andar Titi Lestari Unit Manager Communication & CSR MOR IV Jateng DIY menjelaskan, program workshop Sriekandi Patra ini merupakan pembinaan berupa pelatihan membatik bagi kelompok penyandang disabilitas agar dapat berkarya dan mandiri.

“Melalui kegiatan membatik ini, Kelompok Sriekandi Patra telah menghasilkan 1 motif khusus yang sudah mendapat hak paten yaitu batik motif lembu patra dengan capaian omzet hingga Rp 50 juta sepanjang tahun 2018,” kata Andar, Senin (31/12).

Pengembangan lainnya, yakni Campbell II Edupark sendiri adalah upaya TBBM Boyolali memberdayakan kawasan yang semula berupa lahan kritis menjadi sumber penghasilan bagi desa dan warga sekitar.

“Kami memberikan program edukasi tentang tenaga hidrolik dari Kincir Pompa Hidrolik, Edukasi Peternakan Sapi hingga mengolah limbah kotoran sapi menjadi biogas dan Edukasi “Zero Waste” dengan mengolah Sampah menjadi Bahan Bakar Alternatif,” paparnya.

Melalui kedua program ini TBBM Boyolali berhak menyabet Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) kategori Emas yang diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (27/12) lalu. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *