Deklarasi Pemuda Pemilu Damai Anti Hoax-Anti SARA Cegah Pemilu Brutal

SEMARANG (Asatu.id) – Deklarasi Pemuda Pemilu Damai Anti Hoax – Anti SARA yang dipelopori oleh DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah di halaman Gedung Outdetrap Kota Lama, Semarang, Sabtu (29/12) sore, berlangsung lancar.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat khususnya para perwakilan parpol yang mendeklarasikan diri untuk mengawal Pemilu Damai anti hoax, anti SARA dan anti money politics.

Salah satu delegasi partai, Solikhin yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPD BMI Jateng mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Hal itu lantaran menurutnya, jelang Pemilu 2019 ini cenderung “brutal”, tidak seperti Pemilu tahun 2014 lalu yang penggunaan media sosial belum begitu gencar.

“Medsos sudah begitu menjalar di masyarakat dan Medsos itulah yang digunakan untuk kampanye-kampanye hitam, kampanye jahat semacam hoax, berita-berita tidak benar dengan mudahnya disebar dan dipercaya, dengan mudahnya disebar lagi,” katanya.

Ia meminta masyarakat khususnya para generasi milenial untuk melakukan sejumlah antisipasi di tengah maraknya hoax di media sosial, terlebih menjelang pemilu yang jatuh pada 17 April 2019 mendatang.

“Setiap kita mendapat berita kita mestinya sebagai generasi muda bisa untuk mencari kebenaran, menglarifikasi kebenarannya, tidak langsung kita share lagi. Cukup berita hoax berhenti di kita,” jelasnya.

Dengan kegiatan itu, kata dia, para pemuda dapat semakin optimis menyambut pemilu yang sehat di tahun 2019 nanti. Apalagi, jelasnya, Deklarasi Pemilu Damai anti hoax, anti money politics dan anti SARA ini sudah dilakukan, sehingga sinergitas dalam mengawal Pemilu 2019 pun akan semakin tercapai.

“Kita harus bersama-sama melawan hoax, melawan politisasi dan lain2-lain karena ujungnya ini nanti adalah untuk ketentraman bangsa,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *