Tersangka Kasus Pengaturan Skor Terus Bertambah

JAKARTA (Asatu.id) – Satgas Antimafia Bola Mabes Polri terus memburu pelakunya pengaturan skor yang merusak citra persepakbolaan Indonesia. Hingga kini, jumlah tersangka terus bertambah menjadi empat orang.

Tersangka terakhir yang ditangkap Satgas adalah anggota Komisi Displin (Komdis) PSSI, Dwi Irianto atau yang akrab disapa Mbah Putih. Mbah Putih ditangkap di Hotel New Shapire, Yogyakarta, Jumat (28/12) pukul 10.00 WIB.

Tiga tersangka lain yang ditangkap sebelumnya adalah Johar Ling Eng (anggota exco), Anik Yuni Artika Sari dan Priyanto. Dua nama terakhir merupakan anggota Komisi Wasit PSSI

“Jumat siang, kami  menangkap satu orang tersangka atas nama DR atau dikenal Mbah Putih, di Yogyakarta,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (28/12)

Sebelumnya, Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani pada sebuah televisi swasta nasional, baru lalu, menyebut Mbah Putih sebagai mengatur partai-partai di kompetisi Liga 3 Indonesia. Lasmi pun mengungkapkan pada catatan pengeluaran Persibara, ada dana yang mengalir ke rekening Mbah Putih.

“Untuk memuluskan langkah Persibara menuju Liga 2, Mbah Putih menerima Rp 15 juta. Sedang Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah Johar Lin Eng menerima Rp 25 juta,” papar Lasmi.

Kendati demikian, pada pemeriksaannya di depan Satgas Antimafia Bola, Mbah Putih membantah dirinya terlibat dalam pengaturan skor yang terkait dengan Persibara. Namun,  dia mengaku mengenal Lasmi sebagai Manajer Persibara.

Menurut Dedi, polisi kini terus mengembangkan kasus pengaturan skor. Polisi bertekad untuk mengungkap dan membongkar jaringan mafia bola. Dia menyakini jumlah tersangka dipastikan akan bertambah, mengingat kejahatan mafia ini merupakan jaringan organisasi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *