Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan “Rumah Tumbuh” untuk 7 Rumah Tak Layak Huni

Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan “Rumah Tumbuh” untuk 7 Rumah Tak Layak HuniSEMARANG (Asatu.id) – Dompet Dhuafa bekerjasama dengan mitra donor Indonesia Power, Telkomsel, dan persatuan BMT Kota Semarang meresmikan tujuh rumah sebagai “Rumah Tumbuh” di Dusun Kalialang Baru, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (27/12).

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jateng Satria Nova mengatakan, bantuan “Rumah Tumbuh” tersebut diperuntukan bagi masyarakat miskin yang rumahnya tidak layak huni. Kebetulan peresmian yang sudah tahap kedua ini, ada tujuh rumah yang dibangun.

“Sebelumnya sudah melakukan 4 rumah yang dibedah pada 2017. Kemudian tahap kedua melakukan 7 rumah yang dibedah, sehingga total ada 11 rumah yang sudah dibangun untuk kaum dhuafa,” katanya.

Satria menjelaskan, kriteria bedah rumah ini antara lain harus dhuafa. Hal itu lantaran fokus pembangunan tersebut untuk membantu masyarakat yang memiliki kekurangan dalam perekonomiannya.

“Ada pun kriteria rumah yang tidak layak huni yaitu, terbuat dari papan, ruangan masih berupa tanah liat atau tidak berkeramik, gending masih bocor, tembok masih terbuat dari papan,” paparnya.

Kemudian, lanjut Satria, konsep bagi “Rumah Tumbuh” secara sederhana yaitu, membedah rumah dan membangun rumah tumbuh dengan menyisakan satu ruang. Nantinya rumah tersebut suatu saat dapat dikembangkan oleh pemilik rumah.

“Jadi ada dua konsep, pertama bedah rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni. Kedua, dalam proses pembangunan disisakan satu ruang, jika suatu saat pemilik ingin mengembangkannya menjadi lebih baik lagi, maka kami sebut ‘Rumah Tumbuh’, sehingga rumahnya bisa dikembangkan lagi,” paparnya.

Satria menambahkan, bagi warga yang rumahnya dibedah akan dilakukan pendampingan mental dan kepribadian. Hal itu merupakan komitmen yang telah disepakati antara Dompet Dhuafa, mitra, dan para penerima manfaat program tersebut.

“Semuanya harus menjaga salat lima waktu. Bagi laki-laki tidak merokok, bagi perempuan bisa komitmen untuk memakai jilbab. Menyekolahkan anak-anak sampai jenjang perguruan tinggi, serta rutin mengikuti majelis taklim yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa setiap seminggu sekali,” imbuhnya.

Salah satu penerima manfaat, Sukini (56) mengaku senang lantaran mendapat batuan dari Dompet Dhuafa. Ia mensyukuri rumahnya menjadi tampak lebih bagus. Terlebih, tidak terjadi kebocoran saat hujan.

“Alhamdulilah bisa dibantu. Sebelumnya kondisi rumah mau roboh, kalau hujan bocor, lantai masih tanah. Alhamdulilah sekarang sudah berkeramik,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *