Hendi : Tidak Benar Satpol PP Turunkan APK

Hendi : Tidak Benar Satpol PP Turunkan APKSEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi Tegaskan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Semarang tetap bersikap netral jelang Pemilu 2019.

Penegasan tersebut menyusul adanya tudingan melalui broadcast tentang aksi sporadis Satuan Polisi Pamong Praja Kota Semarang yang membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK) salah satu Pasangan Capres dan Cawapres.

“Satpol PP maupun OPD lain merupakan bagian dari birokrasi yang dalam hal ini (Pemilu 2019) bersikap netral namun aktif dan tidak berpihak,” tegasnya, Jumat (21/12).

Lebih lanjut, Hendi sapaan akrab wali kota itu mengungkapkan, setelah mengetahui adanya pesan tersebut pihaknya langsung mengkonfirmasi ke Kepala Satpol PP Kota Semarang.

“Dari Kepala Satpol mengakui tidak ada peristiwa tersebut,” katanya.

Meski netral, lanjut Hendi, OPD Kota Semarang tetap diminta untuk aktif dalam mengajak masyarakat untuk menggunakan hak suaranya nanti di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal itu sebagai bentuk iplementasi dari pesta demokrasi di Kota Semarang nanti.

“Aktif mengajak masyarakat untuk datang ke TPS menggunakan hak suaranya. Saya yakin OPD juga tidak akan berpihak kepada satu atau dua calon yang lain,” tegasnya.

Ia juga menegaskan jika masing-masing OPD di Pemkot Semarang selalu melaksanakan tugas sesuai dengan regulasi yang ada. Tidak terkecuali dengan Satpol PP Kota Semarang yang selalu menjalankan tugas sesuai dengan regulasi.

Artinya tidak akan dilakukan aksi penertiban APK oleh Satpol PP Kota Semarang apabila tidak ada regulasi dan intruksi yang jelas.

“Maka dalam menjalankan tugas pastinya sesuai aturan. Kalau tiba-tiba mereka (Satpol PP Kota Semarang) melakukan pembersihan, pasti disitu ada Bawaslu Kota Semarang pasti juga sudah koordinasi dengan KPU Kota Semarang. Kalau mereka jalan sendiri saya rasa tidak,” imbuhnya.

Adapun isi dari pesan berantai tersebut berbunyi ‘Perkenalkan beluai Bu Habibah, istri Prof Amanullah, dokter spesialis saraf di Semarang… 

beberapa hari lalu beliau pasang spanduk dukungan ke Pabowo – Sandi di pagar depan rumah beliau… 

suatu ketika Satpol PP Kota Semarang merazia spanduk tersebut, ketika bu Habibah mengetahuinya, dikejarlah rombongan Satpol PP tersebut lalu beliau mengajukan protes..karena tidak ditanggapi oleh Satpol PP, beliau ke KPU dan Bawaslu Kota utk ajukan protes…

selang beberapa hari krn dirasa protesnya tidak dihiraukan, beliau lalu pasang 2 baliho besar didepan rumahnya, dan sejak pagi tadi sampai siang hari, beliau berdiri di pinggir jalan sambil acungkan 2 jari ke arah pengendara kendaraan yg lewat’.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *