Potensi Kebun Wates Tingkatkan Pendapatan Kelompok Tani

Potensi Kebun Wates Tingkatkan Pendapatan Kelompok Tani

Caption: Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Rusdiana berkesempatan mengunjungi Desa Wisata Wates saat melakukan jalan sehat, Selasa (18/12) (doc.pemkot semarang)

SEMARANG (Asatu.id) – Kelurahan Wates memiliki potensi agro eduwisata, hal tersebut lantaran tanaman kelengkeng dan jambu kristal dengan kualitas unggul tumbuh subur di kelurahan tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Rusdiana mengatakan Pemkot Semarang kini sedang berupaya menjadikan Wates sebagai desa wisata. Hal itu diutarakannya saat berkesempatan mengunjungi Wates di acara jalan sehat bersama wali kota, Selasa (18/12).

Dirinya menuturkan bahwa setidaknya tumbuh 324 tanaman kelengkeng, di mana sejumlah 200an yang sekarang sedang berbuah. Bahkan sampai dengan bulan Maret masih ada yang berbuah. Selain kelengkeng, tanaman Jambu kristal juga mulai berbuah.

“Dengan pengelolaan kebun yang melibatkan kelompok petani, Kebun Wates ini dapat memberikan pendapatan bagi kelompok tani. Sistem yang digunakan yaitu bagi hasil,” ungkapnya.

Rusdiana melanjutkan Pemerintah Kota Semarang yang menyediaakan lahan, bibit, pupuk, sedangkan kelompok tani yang menyediakan tenaga untuk merawat tanaman. Hasilnya dibagi dengan perbandingan 70% untuk petani dan 30% untuk Pemerintah Kota Semarang yang disetorkan ke Kas Daerah.

Kelompok tani yang mengelola kebun berjumlah sekitar 27 petani, dengan satu orang bertugas merawat 12 tanaman kelengkeng dan beberapa jambu kristal. Apabila optimal setiap tanaman kelengkeng bisa berbuah 80 sampai 100 kilogram.

Sementara di lokasi Kebun Wates atau UPTD Dinas Pertanian ini, selain kebun buah juga ada Balai Penyuluh Pertanian (BPP). BPP memberikan penyuluhan cara menanam tanaman kepada masyarakat. Saat ini sudah ada beberapa sekolah yang sudah ber-wisata edukasi ke UPTD Dinas Pertanian ini. Di sini anak-anak dapat belajar cara bertani,berkebun, sekalian praktek.

“Anak-anak bisa berwisata sekaligus mendapat edukasi, yaitu belajar menanam dan mengenal buah-buahan” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *