Pedagang Barito Karangtempel Mengadu ke Dewan

Pedagang Barito Karangtempel Mengadu ke DewanSEMARANG (Asatu.id) – Perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) Karangtempel, Barito mengadu ke DPRD Kota Semarang, Selasa (18/12). Dalam aduannya, pedagang beralasan hingga saat ini belum pindah ke relokasi MAJT, karena infrastruktur di relokasi hingga saat ini masih bekum terpenuhi 100 persen.

Ketua Paguyuban PKL Barito Karangtempel, Rahmat Yulianta mengatakan, hingga saat ini Ia bersama pedagang yang lain belum mau pindah dikarenakan Pemerintah Kota Semarang belum juga menyelesaikan fasilitas yang ada di tempat relokasi. Padahal menurutnya sebelumnya Pemerintah sudah berjanji akan menyelesaikan.

“Fasilitas seperti air, listrik, jalan, saluran saat ini belum kunjung selesai. Sementara kami menyediakan kios sendiri,” katanya.

Lebih lanjut, Rahmat mengatakan, kewajiban Pemerintah untuk membangun infrastruktur hingga saat ini belum terealisasi, sementara pembangunan kios oleh PKL saat ini sudah mencapai 90 persen.

“Kesepakatanya seperti itu, Pemkot bangun infrastruktur, kami pedagang bangun kios secara mandiri. Namun sampai saat ini belum ada janji pemkot yang direalisasikan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dengan belum direalisasikannya jaji pemkot dalam hal pembangunan infrastruktur di relokasi MAJT itu, pihaknya menolak untuk pindah ke tempat relokasi.

“Kami perwakilan ke DPRD Kota Semarang untuk mengadu kepada wakil rakyat kami. Harapanya supaya pembangunan infrastruktur bisa secepatnya dilaksanakan,” ungkapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *