Hari Relawan Internasional, PMI Menjadi Tulang Punggung dan Agen Perubahan

TEMANGGUNG (Asatu.id) – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah mengumpulkan 447 relawan Se-Jawa Tengah dalam rangka Hari Relawan Internasional yang diperingati 5 Desember juga Hari Relawan PMI yang diperingati setiap 26 Desember, dengan tema Kesiapsiagaan Relawan PMI dalam Bencana Alam dan Bencana Kemanusiaan, di Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung 18-19 Desember 2018.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diwakili oleh Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah Sarwa Pramana mengatakan, PMI yang dahulu identik dengan donor darah, pastinya akan lebih dikenal sebagai organisasi yang terlibat dalam respon bencana, pertolongan pertama, medis, melakukan upaya pengurangan risiko bencana kepada masyarakat, dan berbagai pelayanan lainya.

“PMI menjadi tulang dan agen perubahan untuk berkontribusi secara professional terhadap penguatan kegiatan kemanusiaan bencana dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sarwa saat membacakan sambutan Gubernur Jateng didampingi Ketua PMI Jateng Imam Triyanto, Ketua Bidang Relawan PMI Pusat H Muhammad Muas, dan Ketua PMI Temanggung Bambang Dewantoro.

Peningkatan kapasitas masyarakat dan relawan yang dilakukan oleh pemerintah tentu saja memiliki keterbatasan, oleh sebab itu kolaborasi dan saling sinergi menjadi kunci utama agar masyarakat menjadi lebih tangguh dan penanganan bencana menjadi lebih baik lagi.

“Saya percaya aksi dan komitmen PMI, termasuk relawan muda dapat membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan bangsa, sekaligus ikut mengangkat derajat kesejahteraan bangsa. Dengan aksi dan pelayanan PMI yang totalitas, diharapkan pula dapat membantu lebih memaksimalkan bantuan PMI ke masyarakat,” pesan Gubernur saat sarasehan. (18/12)

Bupati Temanggung, H Muhammad Al Khadziq mengemukakan bahwa kerelawanan merupakan sebuah nilai universal yang telah ada sejak permulaan terbentuknya kebudayaan manusia.

“Dengan kerelawanan kita dapat menggerkkan partisipasi dan peran aktif seluruh anggota masyarakat untuk tujuan kemanusiaan,” ujar Bupati saat menjadi Inspektur Upacara peringatan Hari Relawan di halaman SMPN 3 Kandangan, Temanggung.

Pembinaan relawan selama ini telah mengalami evolusi yang cukup signifikan.

“Kita pantas bangga bahwa relawan PMI telah cukup memberikan nilai tambah dan memperoleh pengakuan dan penghargaan dalam kiprahnya pada berbagai kegiatan dilingkup nasional maupun internasional,” imbuh Bupati Temanggung.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam peringatan kali ini yaitu sarasehan, penyerahan penghargaan pengabdian relawan yang telah mengabdi dan bertugas dalam penanggulangan bencana di Lombok-Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah, penanaman 1.000 bibit pohon dan kerja bakti fasilitas ibadah dan sekolah di Desa Tologopucang.

Indah Susilowati, relawan dari PMI Kabupaten Sukoharjo, salah satu penerima penghargaan pengabdian mengatakan, bahwa Indonesia rentan bencana, sehingga kesiapsiagaan dan kepedulian masyarakat untuk membantu sesama yang sedang tertimpa bencana.

“Saya tergabung di PMI beberapa tahun lalu dan mendapatkan tugas menjadi bagian tim pelayanan kesehatan saat penanggulangan bencana di Sulawesi dan Lombok,” ujar Indah yang merupakan bidan dan asisten dokter umum di Sukoharjo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *