Perkuat Ketahanan BBM Jelang Nataru, Pertamina MOR IV Bentuk Satgas

SEMARANG (Asatu.id)  –  PT Pertamina Marketing Operation Region IV Jateng dan DIY membentuk Satgas Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk memperkuat ketahanan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji.

“Kami pastikan  pasokan BBM menjelang Natal dan Tahun Baru aman. Kami telah menambah stok untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan BBM jelang Nataru,” kata General Manager Marketing Operation Region IV Jateng DIY  Tengku Fernanda di Semarang, Senin (17).

Menurut Tengku Fernanda, Satgas Natal dan Tahun Baru ini mulai bekerja mulai 18 Desember hingga 8 Januari 2019. Mereka akan memantau distribusi di semua sektor, mulai terminal BBM, depot elpiji, lembaga penyalur, serta di tempat yang rawan dengan kepadatan.

Jelang akhir tahun 2018, kata Fernanda, Pertamina MOR IV dituntut bekerka ekstra, karena ada beberapa ruas tol baru yang akan difungsikan. Penambahan rest area ini, yakni  tol Pemalang-Semarang sampai dengan Ngawi) dan tol dari Jakarta sampai dengan Jawa Timur sepanjang 600 km.

“300 km rest area itu berada di wilayah kerja Pertamina MOR IV dan hanya dilengkapi satu rest area SPBU di KM 429.

Kendati hanya dilengkapi satu satu rest area, menurut dia, Pertamina telah menyiapkan 11 Kios Pertamax di dua jalur, yakni 6 di jalur A (arah Jakarta ke Jawa Timur) dan jalur B (arah Jawa Timur ke Jakarta).

“Penempatan Kios Pertamax tersebut mengacu dari kebutuhan BBM dan kesiapan lahan dari pengelola jalan tol. Jadi jangan sampai mengganggu arus lalu-lintas, karena penempatan mobile dispenser membutuhkan lahan,” katanya.

Menyinggung kebutuhan jenis BBM, Fernanda mengatakan BBM jenis Premium, Pertalite, dan Pertamax series diperkirakan ada lonjakan 10-11 persen dari rata-rata normal.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan BBM tersebut,  Pertamina meningkatan jumlah dari 10.561 KL menjadi 11.754 KL. Sementara konsumsi elpiji disiagakan tambahan stok 10 persen menjadi 3,511 mt dibanding kebutuhan rata-rata normal 3,206 mt per hari.

Sebaliknya, Fernanda memprediksi kebutuhan BBM truk, bus,  yakni solar dan dexlite akan turun lima persen dari rata-rata harian 6.059 KL menjadi 5.778 KL. Penurunan ini lantaran adanya pembatasan operasional angkutan barang dan penurunan kegiatan angkutan industri.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *