NU-Care LAZISNU Gelar Rakorwil Selama Dua Hari

SEMARANG (Asatu.id) – NU-Care LAZISNU (Lembaga Amil Zakal Infak Shodaqoh Nahdlatul Ulama) PWNU Jawa Tengah menggelar Rapat Kordinasi Wilayah (Rakorwil) selama dua hari, pada 15-16 Desember 2018 di Tlogo Resort, Salatiga.

Dalam rakor yang mengangkat tema “Membangun Sinergitas dan Profesionalitas LAZISNU Menyongsong Satu Abad NU” ini, salah satu agendanya adalah mengenalkan aplikasi Sistem Informasi Zakat, Infak, Shodaqoh Nahdlatul Ulama (SIZISNU) dan peresmian program pemberdayaan ekonomi, tahfidz milineal, tim reaksi cepat (TRC) dan  program kesehatan.

“Dan yang pasti Rakorwil kali ini sepakat mengevaluasi kinerja LAZISNU Jateng di 2018 serta rencana kerja di tahun 2019,” kata Ketua PW NU-Care LAZISNU, H Mahsun SIP, Minggu (16/12).

Hadir di acara pembukaan, antara lain budayawan Prie GS, Ketua PP NU-CARE Lazisnu KH Ahmad Sudrajat LC MA, Perwakilan PWNU Jawa Tengah KH Imam Sya’roni, Ketua Baznas Jawa Tengah dan Perwakilan Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Jawa Tengah, Sobirin, serta 33 Pengurus Cabang se-Jawa Tengah.

Menurut Muh. Mahsun, sebagai salah satu lembaga pengelola zakat, infaq dan shadaqah, NU-Care LAZISNU menjadi salah satu yang ikut bertanggung jawab dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat. Perbaikan pada sistem dan tata kelola lembaga menjadi hal mendesak yang harus segera dilakukan.

“Mayoritas penduduk muslim kita berjumlah 216,66 juta atau 85 persen dari total populasi (BPS, 2015). Fakta ini menyiratkan bahwa zakat memiliki potensi  sangat besar dan dapat  berkontribusi dalam mengurangi  kemiskinan. Studi yang dilakukan BAZNAS pada tahun 2015 menaksir bahwa potensi zakat nasional mencapai Rp 286 triliun,” tutur Muh. Mahsun yang juga Calon anggota DPD RI Perwakilan Jawa Tengah itu.

Terkait soal evaluasi kinerja, Pak Dhe, panggilan akrab Muh. Mahsun, berharap bisa didapatkan rencana pembelajaran untuk perbaikan di kedepannya. Melalui Rakorwil ini juga akan dilakukan evaluasi sejauh mana implementasi UU 23 tahun 2011 termasuk upaya penguatan sistem yang mendukung peningkatan kualitas kerja yang berkelanjutan.

Muh. Mahsun menambahkan, dalam Rakorwil, NU-Care Lazisnu juga meresmikan tiga program, yakni program ekonomi yang menyangkut pemberdayan ekonomi berbasis pesantren, kemudian program pendidikan (tahfidz millineal), program tanggap bencana (launching Tim Reaksi Cepat), dan program kesehatan. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *