Indahnya Perbedaan dalam Kompetisi Bercerita Hotel Ibis Semarang Simpang Lima

Indahnya Perbedaan dalam Kompetisi Bercerita Hotel Ibis Semarang Simpang LimaSEMARANG (Asatu.id) – Menyambut suka cita Natal Manajemen Hotel Ibis Semarang Simpang Lima tahun ini menggelar perlombaan “Story Telling Competition” yang dibuka untuk umum bagi anak sekolah tingkat dasar, Sabtu (15/12).
Meski mengadakan perlombaan menyambut Natal merupakan agenda tahunan Hotel Ibis Semarang Simpang Lima, Hotel Ibis Semarang Simpang Lima kali ini mengadakan lomba Story Telling, berbeda dengan dua tahun sebelumnya dengan mengadakan lomba menggambar.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama kali yang diadakan oleh manajemen hotel dan memiliki peminat yang cukup banyak. Untuk tahun-tahun mendatang akan diwacanakan untum mengadakan perlombaan yang sama dengan persiapan yang lebih matang sehingga dapat lebih baik dari acara sebelumnya,” ujar Wiwied Nurseka, General Manager Hotel Ibis Semarang Simpang Lima.
Para peserta mengenakan kostum yang sesuai dengan tema Natal, ada yang menggunakan pakaian bernuansa merah dan hijau, ada pula yang menggunakan pakaian ala Santa Claus kecil yang sangat lucu. Terdapat satu orang peserta yang mengenakan hijab lengkap dengan paduan warna merah-hijau serasi dengan pakaiannya.
Yang menarik, salah seorang juara merupakan peserta beragama muslim dan mengenakan hijab bahkan ia tidak merasa aneh saat MC mengajak para peserta menyanyikan lagu-lagu natal. Hal tersebut tidak menyurutkan hobinya bercerita.
Perbedaan tidak menjadi penghalang dalam menggapai mimpi dan cita-cita. Melalui perlombaan ini bahkan ia merasa senang karena dapat berkenalan dan berbagi pengalaman dengan sesama peserta yang memiliki hobi sama.
Juara I memperoleh beasiswa senilai satu juta rupiah, Juara II mendapatkan beasiswa sebesar tujuh ratus lima puluh ribu rupiah, dan Juara III mendapatkan beasiswa sebesar lima ratus ribu rupiah. Serta piala, dan sertifikat untuk setiap pemenang.
“Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini dapat semakin meningkatkan kreativitas anak-anak dalam berkreasi dan lebih bersuka cita lagi menyambut datangnya hari Natal,” tutup Wiwied Nurseka.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *