Dua Musim Kompetisi ke Depan, PSIS Belum Bisa Ber-Home Base di Stadion Jatidiri

SEMARANG (Asatu.id) – PSIS Semarang selama dua musim kompetisi mendatang, 2019 dan 2020, dipastikan tidak bisa menggunakan Stadion Jatidiri sebagai home base-nya.  Masalahnya, pada dua tahun ke depan, proyek pembangunan Stadion Jatidiri masih dalam tahap finishing

“Progres pembangunan Stadion Jatidiri saat ini mencapai 90 persen. Pembangunan akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2019 dan 2020,” kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah Urip Sihabuddin, kemarin.

Menurut Urip, pembangunan Stadion Jatidiri ini dibiayai APBD Provinsi Jateng secara multiyears (tahun jamak). Proyek ini pada 2018 dianggarkan sebesar Rp 200 miliar.

“Pada tahap penyelesaian itu butuh dana yang lebih besar. Pembangunan ini kami dianggarkan Rp 500 miliar,” ujarnya.

Menjelang akhir 2018 ini, menurut Urip, pemasangan penutup tribun penonton hampir selesai. Usai pemasangan itu, pembangunan Stadion Jatidiri akan memasuki tahap finishing.

Sesuai rencana, Stadion Jatidiri yang menjadi home base PSIS Semarang nantinya akan dipasangi pernak-pernik yang menjadi ciri khas Jawa Tengah. Selain itu, lampu penerangan juga akan dipasang di sejumlah titik, sehingga akan menambah pesona stadion tersebut

Dengan belum selesainya proyek pembangunan Stadion Jatidiri, PSIS Semarang memilih Stadion Moch Soebroto, Magelang sebagai home base-nya. Kendati pada musim kompetisi Liga 1 2018 tim kesayangan masyarakat Semarang harus ’hijrah’ ke Magelang, namun di Kota Getuk itu Laskar Mahesa Jenar mampu eksistensinya, sehingga bisa bertahan di Liga 1 tahun 2019.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *