Taj Yasin: Pengembangan Lembaga Keuangan Syariah Imbangi SDM Berkualitas

SEMARANG (Asatu.id) – Puncak acara Islamic Finance Challenge (IFC) Regional Jawa Tengah dan DIY 2018 yang merupakan kerja sama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Industri Jasa Keuangan di Jawa Tengah, Forum Studi Ekonomi dan Hukum Islam (Forshei) telah dilaksanakan, Kamis (22/11).

Acara tersebut diisi seminar dengan mengangkat tema “Mewujudkan Jawa Tengah dan DIY sebagai poros Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah” dengan menghadirkan narasumber salah satunya adalah Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin menyampaikan, pengembangan Lembaga Keuangan Syariah hendaknya diimbangi dengan penyediaan SDM pelaksana yang berkualitas serta prasarana pendukung yang memadai.

“Hal tersebut perlu didukung dengan adanya diseminasi dan edukasi yang berkelanjutan secara luas mengenai fungsi dan keunggulan Lembaga Keuangan Syariah kepada masyarakat,” katanya.

Dalam mencapai tujuan pengembangan industri, lanjut dia, diperlukan tanggung jawab tidak hanya pemerintah maupun lembaga keuangan syariah, namun harus dilakukan secara sinergis dan terintegerasi oleh semua pihak, termasuk ulama, otoritas moneter dan lembaga keuangan, dunia usaha, akademisi dan stakeholder terkait lainnya.

“Selain itu, pelaksanaan kegiatan-kegiatan seperti ini dan atas keterlibatan semua pihak diharapkan dapat meningkatkan optimisme untuk dapat mewujudkan Jawa Tengah dan DIY sebagai Poros Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *