Humanity Day ACT Jateng Adakan Pelatihan Mitigasi Bencana

SEMARANG (Asatu.id) – Sebanyak 66 murid kelas 6 SD mengikuti pelatihan tanggap siaga dan mitigasi bencana yang diadakan oleh Aksi Cepat Tanggap regional Jawa Tengah (ACT Jateng) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di Sekolah Alam Ar-Ridho Semarang, Rabu (21/11).
Acara bertajuk Humanity Day ini melakukan edukasi tanggap bencana dan penanganan emergency dan mitigasi bencana oleh tim khusus ACT, yakni DMII (Disaster Management Institute of Indonesia).
“Program Humanity Day pada kesempatan kali ini, kita memberikan pelatihan khusus mitigasi gempa bumi dan kebakaran,” ucap Giyanto sebagai ketua MRI Jawa Tengah.
Beberapa materi dasar yang diberikan kepada anak-anak ungkap Giyanto, diantaranya pengenalan alat pengukur gempa, cara memghadapi gempa, simulasi ketika terjadi gempa kemudian pemahaman tentang manfaat dan bahaya api, jenis-jenis api, cara memadamkan api, serta simulasi ketika terjadi kebakaran.
“Sementara kita menyasar untuk sekolah-sekolah mulai dari SD sampai SMA, tidak menutup kemungkinan juga bisa diadakan acara serupa untuk setingkat perguruan tinggi maupun korporat, apabila ada panggilan untuk mengedukasi, pokonya tim DMII siap!” ujarnya.
Giyanto menambahkan, kedepan edukasi mitigasi bencana melalui program Humanity Day akan terus dilakukan di berbagai sekolah.
Arif selaku kepala Sekolah Alam Ar-Ridho mengapresiasi program edukasi Humanity Day-ACT kali ini dan berharap ke depamnua dapat dilakukan acara sejenis dengan melibatkan jajaran guru untuk sekaligus menjadi peserta pelatihan.
“Terlihat semangat dari anak-anak dan terlihat menarik, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk anak-anak agar siap jika terjadi bencana yang terjadi kapan saja”, pungkas Ibu Arif.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *