Wagub Ajak Pemuda Teladani Akhlak Rasul

SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Masjid Agung Jawa Tengah, Jalan Gajah Raya, Semarang, Selasa (20/11) pagi.

Acara itu dihadiri ribuan jamaah yang sebagian besar anak muda. Mereka datang dari berbagai daerah sejak pagi dengan tujuan yang sama, yaitu memanjatkan doa, memuja nama Allah SWT, dan bersholawat untuk Nabi Muhammad SAW.

Wagub Taj Yasin mengajak para pemuda meneladani ajaran Rasul. Menurut wagub, pemuda adalah pelopor perubahan. Sejarah lahirnya Indonesia memberikan gambaran nyata itu. Dimulai dari sumpah pemuda 1928, perjuangan kemerdaan 1945, dan reformasi birokrasi 1998.

“Pergerakan pemuda 1998 menginginkan demokrasi yang sebenarnya. Tapi masih belum seperti yang diharapkan pemuda. Mila kawula mengajak, karena di sini mayoritas umur 15 sampai 30 tahun, ini pemuda-pemuda hari ini, kelak jadi pemimpin bangsa. Di tangan adik-adik ini negara akan bagaimana, mau bagaimana. Maka perubahan itu mari kita mulai dari diri sendiri,” ajaknya.

Gus Yasin, sapaan akrab wagub, juga meminta anak-anak muda untuk meneladani akhlak Rasulullah. Termasuk bagaimana bersikap saling menghormati dan menahan emosi.

“Bahkan saat Rasul ditanya apa salah satu syarat masuk surga, beliau menjawab lataqdhob hingga tiga kali. Aja muring-muring. Kalau kita bisa menahan emosi, wa lakal jannah, surga itu diberikan untuk orang-orang yang bisa menahan amarah,” kata mantan anggota DPRD Jateng itu.

Menurut pandangan wagub, saat ini masih banyak orang yang mudah tersulut emosi. Lingkungan di sekitarnya seolah-olah tidak bersahabat lagi. Hal seperti itu yang bisa menuju kehancuran.

“Maka kita harus teladani lagi ajaran Rasul. Ada caranya kita berdakwah. Dengan sabar. Tidak boleh emosi. Jika mencerminkan rahmat, kasih sayang Insya Allah akan banyak yang masuk Islam. Kalau hanya teriak-teriak, membakar, memusuhi, membunuh, bukan itu caranya. Nanti orang semakin takut dengan Islam,” tutur putra ulama kharismatik, KH Maemun Zubair itu. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *