Nekat Jualan di Luar Shelter TIK, Pedagang akan Ditertibkan

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menegaskan, Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Indonesia Kaya tdak diperbolehka berjualan di luar shelter yang sudah disediakan. Hal ini menyusul sudah diresmikanya shelter PKL TIK beberapa waktu lalu.

Sementara untuk mengantisipasi adanya pedagang yang berjualan diluar shelter, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) Kota Semarang untuk terus melakukan ptroli dan penertiban.

“Kami sudah meminta ke Satpol PP untuk melakukan penertiban PKL di selter TIK selain yang berada di shelter mulai kamis (15/11) lalu. Sehingga yang berjualan di luar shelter kami anggap itu ilegal,” katanya, Jumat (16/11).

Fajar menuturkan, ada 67 PKL yang terdaftar resmi sebagai PKL Taman Indonesia Kaya. Jumlah tersebut terdiri 42 PKL tahu gimbal dan 25 PKL jagung bakar. Seluruh PKL merupakan pedagang kuliner yang sebelumnya sudah berjualan di area taman yang dulunya dikenal dengan nama Taman KB.

“Kami minta Satpol PP untuk menertibkan karena untuk menjaga kebersihan dan keindahan taman. Itu dibangun dengan biaya yang mahal maka harus dijaga. Selain itu, secara estetika juga tidak baik jika banyak PKL yang berceceran,” ucapnya.

Dengan beroperasinya PKL di shelter Jalan Pandanaran II, sehingga memungkinkan akan terjadi gangguan lalu lintas. Hal itu disebabkan parkir kendaraan pengunjung yang berada di depan shelter membuat lalulintas tersendat.

Untuk itu, kata Fajar, pihaknya telah meminta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengatur parkir di area tersebut. Ia menjelaskan, bagi kendaraan roda dua pengunjung kuliner masih diperbolehkan untuk parkir di depan shelter atau di tepi jalan sisi kiri. Namun tetap tidak diperbolehkan parkir tepi jalan yang tepi taman.

“Untuk parkir sudah kami koordinasikan dengan Dishub dan juga para PKL untuk diatur dengan baik,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *