KPID Jateng Tegasi Media Soal Polling

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua KPID Jateng Budi Setyo Purnomo memberikan penegasan kepada seluruh lembaga penyiaran di Jawa Tengah untuk memerhatikan aturan berkaitan dengan polling.

Berkaca pada histori periode sebelumnya, ia mengaku polling harus dihentikan lantaran kasus beberapa lembaga penyiaran yang menyebabkan situasi kurang kondusif di masyarakat.

“Dalam UU Pemilu sudah disampaikan bahwa polling itu sudah ada aturannya, jangan sampai seperti tahun lalu, di penyiaran Pilpres dulu itu di lembaga penyiaran televisi ada dua televisi yang masing-masing punya polling untuk memenangkan jagonya yang akhirnya menjadikan masyarakat gontok-gontok-an,” terang dia.

Ia mengungkapkan dalam situasi tersebut KPI jateng meminta polling untuk segera ditindak atau dihentikan. Menurutnya, dalam penentuan ini lembaga penyiaran tidak boleh sembarangan dan harus memiliki parameter dan indikator yang jelas serta berimbang.

“Jangan sampai karena sebuah peneliti yang satu itu dekat dengan salah satu partai atau pasangan calon ini menjadikan hal tidak baik,” tambahnya.

Sementara itu, ia menekankan kepada seluruh media untuk tetap terus menjaga netralitas, independensi dan keberpihakan kepada masyarakat bukan kepada industri. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *