Borobudur Marathon, Upaya Pemprov Jadikan Bali Baru di Jateng

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerangkan, Borobudur Marathon 2018 tidak hanya ajang untuk olahraga semata. Kegiatan itu juga dipadukan dengan kearifan lokal, kebudayaan serta pariwisata dengan melibatkan masyarakat sekitar kawasan Borobudur.

“Maka jangan heran, saat lari di Borobudur Marathon nanti ada warga yang membagikan tempe goreng, peyek dan makanan lain kepada peserta di pinggir jalan,” terangnya.

Borobudur Marathon 2018 yang akan digelar pada 18 November tersebut disambut apresiasi dan antusias luar biasa dari masyarakat. Hal itu terbukti dari ludesnya tiket untuk mengikuti event berkelas internasional tersebut.

Segala persiapan yang dilakukan panitia pun sudah selesai. Sehingga dapat disimpulkan bahwa event yang pelaksanaannya  tinggal menghitung hari itu siap digelar.

Menurut Ganjar, Borobudur Marathon 2018 ini merupakan event kelima. Ke depan, pihaknya akan terus menggelar event-event berskala internasional di kawasan Borobudur sebagai upaya untuk menjadikan Borobudur sebagai Bali baru di Indonesia.

“Ini komitmen kami menjalankan perintah Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan Bali baru. Selain event ini, ke depan kami akan terus menggelar event berskala internasional lainnya di kawasan ini,” tutupnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *