Soal Politik Uang, Kesadaran Para Pelaku dan Penyelenggara Pemilu Masih Kurang

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Bawaslu Jateng, Fajar Subhi AKA, terkait soal politik uang dalam pemilu mengatakan, walaupun ada ancaman pidana dalam praktik politik uang, namun kesadaran para pelaku dan penyelenggara pemilu terkait politik uang masih sangat kurang. 

“Kesadaran bersama untuk tidak melakukan politik uang sangat penting demi perkembangan demokrasi dinegeri ini,” ungkap Fajar dalam diskusi “Mencegah Politik Uang pada Pemilu 2019” dengan Mengoptimalkan Penyelenggara Pemilu, di ruang Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Tengah, Rabu (14/11).Selain Fajar, diskusi itu juga menampilkan nara sumber lain, yaitu pengamat politik dari Undip Moh Yulianto dan anggota Komisi A DPRD Jateng, Bambang Haryanto.

Senada dengan Fajar, pengamat politik dari Undip, Moh Yulianto menyampaikan bahwa stigma masyarakat saat ini setiap ada pemilihan pasti ada pembagian atau pemberian uang. Sehingga ukuran sesuatunya bisa diukur dengan uang.

Untuk mencegahnya, menurut Moh Yulianto, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yakni pengawasan partisipasif, penekanan uang bukan segala-galanya dalam pemilihan uang dan ketegasan para penyelenggara pemilu, khususnya Bawaslu.

Sementara anggota Komisi A DPRD Jateng, Bambang Haryanto menandaskan, pencegahan yang dilakukan oleh para stake holder pemilu diharapkan bisa ditingkatkan.

Bawaslu atau penyelenggara pemilu lainnya, termasuk pelaku politik, menurut Bambang, hendaknya mempunyai satu pemikiran, yakni mengurangi terjadinya politik uang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *