Program One GM Hotel for One SMK, Siapkan Lulusan Terbaik di Dunia Industri Pariwisata dan Perhotelan

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Heri Wuljanto mengatakan, perlu adanya pembenahan kurikulum pendidikan yang digunakan oleh sekolah SMK, yakni penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri pariwisata dan perhotelan.

Hal ini dilakukan untuk menjawab masalah SMK dimana lulusannya belum optimal dan tidak singkron dengan kebutuhan industri pariwisata dan perhotelan.

“Peluang kerja di perhotelan saat ini terbuka sangat lebar, tapi sayangnya peluang itu belum diimbangi dengan kualitas SDM untuk lulusan SMK perhotelan yang belum optimal. Dan kami saat ini terus melakukan upaya salah satunya dengan menyelaraskan termasuk kompetensi kelembagaan dari guru, siswa dari sisi keahliannya,” kata Heri Wuljanto usai penandatanganan MoU antara Indonesia Hotel General Manager (IHGM) dan Asosiasi Sekolah Menengah Kejuruan Pariwisata Jateng di Hotel Faustine, Kemarin.

Heri menjelaskan, salah satu ketertinggalan yang saat ini menjadi fokus dan harus dibenahi yakni, pemanfaatan IT yang saat ini belum maksimal serta kemampuan lulusan yang belum memenuhi standar industri pariwisata terutama perhotelan.

Pemanfaatan IT yang belum maksimal lanjut Heri salah satunya yakni perkembangan ilmu teknologi yang saat ini belum diterapkan dalam kurikulum pendidikan yang ada. Sehingga perlu disingkronkan antara kurikulum dengan kebutuhan industri salah satunya dengan cara yang saat ini di gagas oleh IHGM yakni program General Manager (GM) mengajar.

“Di jateng sendiri ada 68 SMK yang memiliki jurusan pariwisata. Dengan adanya program One GM Hotel, for One SMK yang di gagas IHGM ini mudah-mudahan bisa dapat mengejar ketertinggalan kurikulum,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan kerjasama tersebut, harapanya dapat siswa SMK khususnya jurusan perhotelan dan pariwisata dapat langsung menyerap ilmu yang langsung di dapat dari para GM tersebut. Sehingga untuk kedepanya siswa tersebut sudah matang dan siap untuk bekerja.

“Dengan program ini siswa bisa mendapatkan ilmu yang saat ini diterapkan secara real di dunia industri, yang mungkin didalam kurikulum pendidikan saat ini belum ada,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Jendral (Sekjen) Indonesia Hotel General Manager (IHGM), Benny Harlan mengatakan, program one General Manager, one shcool yang digagas IHGM dengan melibatkan SMK di Jawa Tengah merupakan program untuk mengaplikasikan secara langsung ilmu yang saat ini digunakan oleh industri perhotelan dan pariwisata kepada siswa SMK.

“Kompetensi yang akan diajarkan adalah FnB, house keeping, front office dan produk, selain GM juga mungkin chef kami akan ke sekolah untuk memberikan contoh secara langsung,” ungkapnya.

Untuk wilayah Jawa Tengah, lanjut Benny ada sekitar 40 General Manager dari berbagai hotel ternama yang akan berpartisipasi untuk memberikan ilmu secara langsung kepada Siswa SMK. Sementara materi yang diajakan akan menyesuaikan dengan skill atau kemampuan yang saat ini dibutuhkan dalan dunia kerja pariwisata dan perhotelan.

“Sangat perlu, karena saat jni prosentasi SDM yang bekerja di dunia perhotelan berasal dari lulusan SMK,” ungkapnya.

Selain itu, dengan adanya program GM mengakar ini, harapanya para lulusan SMK menjadi lulusan yang matang dan siap untuk bekerja, tanpa harus memulai dari awal.

“Harapanya bisa siap kerja, karena biasanya kita memberikan training beberapa bulan untuk karyawan baru karena kutikulum yang saat ini diterapkan di sekolah berbeda dengan kondisi dunia real pekerjaannya. Harapanya dengan adanya program ini paling tidak lulusan SMK sudah mengerti dasar dari kebutuhan industri perhotelan dan pariwisata,” imbuhnya

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *