Kunjungi Festival HAM, Ganjar Coba Pijat di Stan Temanggung

WONOSOBO (Asatu.id) –  Festival Hak Asasi Manusia (HAM) yang digelar di Wonosobo mulai Selasa (13/11) sampai Kamis (15/11) mendatang, mengusung tema Merawat Keragaman, Memperkuat Solidaritas, Menuju Indonesia yang Inklusif dan Berkeadilan.

Festival ini juga dimeriahkan puluhan stan dari beberapa daerah di Indonesia. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ikut hadir dan berkeliling stan. Bahkan Ganjar sempat mencoba pijat di stan Kabupaten Temanggung yang menyediakan tenaga pemijat tuna netra.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik yang membuka festival itu, berharap, pemenuhan dan perlindungan HAM akan menembus di seluruh sektor pemerintahan bahkan sampai di tingkat desa.

“Makanya kami memilih pendekatan HAM lewat seni budaya, kita ingin menggambarkan HAM itu dimensi kehidupan sehari-hari, jadi bukan sesuatu yang dipikirkan secara kompleks,” katanya.

Pada tahun ini pihaknya telah menerima sekitar 8000 pelaporan kasus HAM. Pelaporan itu tertuju beragam instansi dari kepolisian, pemerintah daerah hingga korporasi. Khusus untuk korporasi, kata Taufan, laporan didominasi persoalan sengketa lahan.

“Sebanyak 1500 laporan soal agraria. Saat ini ada 30 kabupaten kota yang bekerjasama dengan Komnasham, ini yang terus kita dorong harapannya semua daerah ada jalinan,” katanya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *