Wali Kota Hendi Minta PKL Shelter TIK Pakai Konsep Makan Sekali Pakai

SEMARANG (Asatu.id) – Pembangunan shelter jagung dan tahu gimbal di sekitar Taman Indonesia Kaya (TIK) telah mencapai 100%. Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, shelter yang diperuntukkan 67 PKL itu sudah mulai dapat ditempati mulai Rabu lusa (14/11).

Berkaitan dengan hal itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk mengimbau para PKL agar menggunakan tempat makan sekali pakai untuk para konsumen. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan air, sehingga tidak mengotori sekitar shelter.

“Saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Perdagangan, jadi orang makan di shelter ini itu tidak pakai piring dari kaca jadi tidak kemudian dilap, ember, tempat cuci tidak tetapi bagaimana memanfaatkan tempat yang habis pakai,” ujar walikota Semarang Hdi sela-sela peresmian serah terima shelter, Senin (12/11).

Walikota yang akrab dipanggil Hendi meminta untuk para PKL menggunakan piring rotan untuk berjualan. Piring tersebut nantinya akan dilapisi daun, sehingga tidak mengotori piring dan dapat digunakan untuk konsumen lain.

Meskipun demikian, ujar dia, dirinya tidak mengharuskan para PKL untuk menggunakan piring rotan, tetapi juga piring lain dengan catatan diberi alas daun agar kebersihan tetap terjaga.

“Kalau misalnya memang harus pakai piring kaca atasnya kasih daun, habis makan daunnya dibuang piringnya tetap bersih sehingga tidak perlu bilas-bilas,” tungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *