Shelter Jagung dan Tahu Gimbal Hari Ini Resmi Serah Terima

SEMARANG (Asatu.id) – Setelah percepatan pembangunan shelter jagung dan tahu gimbal jelang peresmian Taman Indonesia Kaya (TIK) beberapa waktu lalu, shelter di jalan Menteri Supeno itu akhirnya dilaksanakan peresmian serah terima, Senin (12/11).

Peresmian secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryati bersama Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pembangunan shelter yang telah selesai 100 persen itu telah disesuaikan dengan kondisi jalan Menteri Supeno sehingga ia menekankan tidak akan ada lagi yang meminta untuk pelebaran lahan atau semacamnya lantaran telah dipetakan menjadi 67 PKL.

“Ini kan kondisinya kita sesuaikan dengan jalan raya, kita sesuaikan dengan penataan dekorasi yang lain sehingga kondisi ini nanti akan dibagi menjadi 67 PKL. Itu spesifikasinya ada 2, tahu gimbal dan jagung bakar,” tutur dia di sela-sela acara peresmian.

Dalam kesempatan itu Hendi menekankan shelter di sekitar TIK merupakan shelter yang diakui oleh pemerintah sehingga ia menekankan tidak ada PKL lain yang nerjualan di sekitar TIK. Ia juga mengaku akan menegasi para PKL yang tidak tertib peraturan.

“Kalau masih ada teman-teman yang membandel di sisi kiri kanan itu nanti akan ada ketegasan. Saya tidak menghindari kawan-kawan mencari rezeki tetapi mari kita mencari rezeki dengan taat azas baur agar kotanya tetap rapi, cantik dan mungkin nanti mereka akan kami tertibkan,” ajaknya.

Selanjutnya, Ketua Paguyuban PKL Tahu Gimbal Sri Purwanto mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Semarang beserta Pemerintah Kota Semarang dan CSR yang telah memberikan dukungan atas penataan shelter-shelter tersebut.

Purwoto berharap nantinya para PKL akan diberikan sejumlah pelatihan untuk mengembangkan dagangan sehingga nantinya bukan hanya jagung bakar dan tahu gimbal saja yang dijual melainkan aneka kuliner sehingga lebih variatif dan inovatif.

“Mudah-mudahan ke depan seperti janji bu Ita kita tidak monoton jualan tahu gimbal dan jagung bakar. Mudah-mudahan terwujud kita diberi pelatihan pokoknya kita syukuri apa yang sudah diberikan kepada PKL,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *