Komunitas Sahabat Difabel Gelar Wisata Advokasi Semarang-Solo-Yogyakarta

SEMARANG (Asatu.id) – Bertepatan dengan Peringatan Hari Pahlawan, Komunitas Sahabat Difabel Semarang mengadakan Wisata Advokasi Semarang – Solo – Yogjakarta, Sabtu (10/11)

Ini adalah salah satu dari rangkaian Peringatan Hari Disabilitas, yang jatuh pada tanggal 03 Desember 2018 mendatang dan diikuti oleh 86 anggota beserta pendamping.

Wisata advokasi ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pihak – pihak terkait, tentang aksesibitas fasilitas umum terutama alat transoortasi Kereta Api, serta bagaimana tanggapan masyarakat luas terhadap para disabilitas.

Pukul 09:00 wib, dari Stasiun Poncol Semarang, teman – teman anggota Komunitas Sahabat Difabel berangkat menuju Stasiun Balapan dengan menggunakan Kereta Api Kalijaga.

Walau Stasiun Poncol belum aksesibel bagi para difabel berkursi roda, namun petugas disana dengan sigab membantu teman – teman difabel naik dan duduk bersama para penumpang yang lainnya.

Sekitar pukul 11:44 wib, teman – teman Komunitas Sahabat Difabel sampai di Stasiun Balapan Solo.

Sesampainya di Stasiun, mereka disambut hangat oleh Kepala KA Stasiun Balapan Solo dan para Staff.

Selain itu, teman – teman Sahabat Difabel Semarang juga bertemu dengan beberapa penggiat difabel dari Solo.

Dalam anjangsana yang berlangsung selama 2 jam ini, selain dihibur oleh alunan musik dari KSD Musik, teman – teman difabel ini juga berbagi cerita dan pengalaman mereka saat naik Kereta Api.

Karena bagi sebagian besar difabel, ini adalah pengalaman pertama, terutama bagi mereka yang mengguna kursi roda.

Terlebih lagi Stasiun Balapan sekarang sudah aksesibel bagi disabilitas, sehingga banyak cerita yang mereka sampaikan fasilitas umum yang ada di Stasiun Balapan.

Setelah selesai beranjangsana, pukul 14:00 wib teman – teman Komunitas Sahabat Difabel melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Tugu Yogjakarta dengan menggunakan Kereta Api Prameks.

Sekitar pukul 15:30 wib mereka tiba di Stasiun Tugu, dan disambut oleh datang gerimis rintik – rintik.

Di Stasiun ini, teman – teman Komunitas Sahabat Difabel berjumpa dengan para penggiat dari Kerjabilitas.

Selesai berbagi pengalaman dan tips seputar pekerjaan bagi disabilitas, teman – teman Komunitas Sahabat Difabel menyempatkan berjalan – jalan dan membeli oleh – oleh khas Jogja di Malioboro.

Selanjutnya mereka kembali ke Semarang, dengan menggunakan 2 armada bus. (Anna Okta)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *