Sekda: Permasalahan Rawa Pening Perlu Diselesaikan Bersama

SEMARANG (Asatu.id) – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono berharap, pembahasan konsep Raperpres Penyelamatan Danau Prioritas Nasional menjadi media yang mampu menyinergikan berbagai program penyelamatan danau Rawa Pening, dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, stakeholder hingga masyarakat sekitar.

Berbagai masalah di Rawa Pening memang perlu diselesaikan bersama-sama agar masyarakat memperoleh manfaat optimal dari keberadaan danau Rawa Pening.

Pernyataan itu disampaikan Sekda dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Rancangan Konsep Peraturan Presiden tentang Penyelamatan Danau Prioritas, di Ruang Rapat Gedung B Lantai V Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (9/11). Hadir dalam acara tersebut Direktur Kehutanan dan Sumberdaya Air Bappenas, Nur Hygiawati Rahayu.

“Danau Rawa Pening sangat rentan terhadap perubahan lingkungan yang disebabkan berbagai tekanan, tetapi memiliki manfaat tinggi sebagai sumber air tawar, produksi pangan dan pengendali banjir. Perubahan fungsi lahan di daerah tangkapan air maupun di badan danau telah merubah fungsi danau sebagai pengatur tata air menjadi terganggu,” kata Sekda.

Berdasarkan hasil identifikasi luas badan danau menggunakan fasilitas citra satelit, jelasnya, terindentifikasi terjadi penyusutan luas badan danau dalam kurun waktu 15 tahun terakhir. Dari luasan yang semula 2.670 hektare menjadi 1.850 hektare.

Faktor yang ditengarai menjadi penyebab degradasi lingkungan dan penyusutan luas danau adalah terjadinya perubahan tata guna lahan pada hulu daerah tangkapan air serta pada badan danau sendiri.

“Suburnya eceng gondok juga menjadi persoalan. Berdasar pengukuran tahun 2016, luasannya menutup hampir 47 persen luasan danau. Tidak hanya itu, sedimentasi dan pencemaran akibat aktivitas yang terjadi pada catchmentarea danau, limbah penduduk, limbah ternak, dan limbah budidaya ikan yang berasal dari 600 unit keramba ikan juga memperburuk kondisi lingkungan Danau Rawa Pening,” papar dia.

Berbagai upaya telah dilakukan pemda maupun pemerintah pusat untuk menyelamatkan Danau Rawapening. Selain itu juga ada pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat di sekitar danau, untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam merawat dan menjaga fungsi danau. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *