SMA 6 Semarang Jadi Model SSK di Jawa Tengah

SEMARANG (Asatu.id) – SMA Negeri 6 Semarang dijadikan pilot project Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Jawa Tengah. Peresmiannya sendiri dilakukan oleh Ahmad Taufik selaku Direktur Kerjasama Pendididikan Kependudukan, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Rabu (7/11).
Bertempat di Aula SMA Negeri 6 Semarang, SMA yang berada di Jalan Ronggolawe Semarang Barat tersebut resmi menjadi model Sekolah Siaga Kependudukan dan pilot project BKKBN dalam meningkatkan jumlah SSK di Jawa Tengah ini.
“SMA Negeri 6 Semarang sebagai model dan pilot project SSK yang ke depannya akan ada beberapa SMA di Jateng yang segera mengikuti. Mudah-mudahan jumlah SSK semakin banyak dan perlu direplikasi,” ujar Ahmad Taufik.
Meskipun jumlah SSK di Indonesia masih sedikit tetapi Ahmad optimis jika dalam 5 tahun ke depan jumlah ini kan terus naik. Dilihat dari perkembangannya yang pada tahun lalu masih di bawah 5% dan kini telah menginjak angka 5%.
“Kami akan terus tingkatkan harapannya di tahun 2020 jumlah SSK dapat mencapai 20% dari total keseluruhan lembaga pendidikan di Indonesia,” paparnya.
Mengingat pentingnya keluarga dalam membina generasi masa depan, makan adanya sekolah siaga kependudukan ini diharapkan dapat mengenalkan para remaja lebih awal tentang pentingnya keluarga yang berkualitas. Melalui persiapan matang dan kesadaran pentingnya kualitas dibandingkan kuantitas.
“Melalui SSK kita bina anak-anak generasi berencana menyiapkan keluarganya di masa depan, dengan menciptakan keluarga kecil yang berkualitas,” tutup Ahmad.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *